SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Upaya memperkuat budaya literasi di ruang publik kembali ditegaskan melalui sinergi antarinstansi di Provinsi Jambi. Pada Senin, 9 Desember 2025, BPTD Kelas II Jambi dan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) terkait pengembangan Pojok Baca di Terminal Tipe A Alam Barajo Jambi. Penandatanganan berlangsung di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi.
MoU tersebut menjadi dasar kerja sama pengadaan dan penyediaan koleksi buku yang akan ditempatkan di ruang Pojok Baca terminal, sebagai bagian dari layanan publik yang ramah, edukatif, dan mudah diakses oleh masyarakat serta pengguna jasa angkutan umum.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi, Tema Wisman, S.Pi, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif BPTD Kelas II Jambi. Menurutnya, kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam menghadirkan fasilitas literasi yang mampu meningkatkan minat baca sekaligus memberikan pengalaman positif bagi pengunjung terminal.
“Kami menyambut baik upaya Kepala BPTD Jambi. Ini langkah penting untuk menguatkan budaya literasi dan memberikan ruang edukatif bagi penumpang maupun masyarakat,” ujar Tema.
Melalui MoU tersebut, Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Jambi akan menyediakan beragam koleksi buku berkualitas, mulai dari literatur umum, buku edukasi, pengetahuan, bacaan ringan, hingga koleksi bertema transportasi yang relevan bagi seluruh kalangan. Pengadaan tersebut diharapkan dapat menjadikan Pojok Baca sebagai ruang publik yang inklusif dan bermanfaat.
Di sisi lain, BPTD Kelas II Jambi memastikan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan Pojok Baca dilakukan secara teratur, optimal, serta berkelanjutan. Fasilitas itu dirancang bukan hanya sebagai tempat membaca, tetapi juga ruang interaksi sosial yang menambah nilai bagi terminal sebagai pusat aktivitas masyarakat.
Kepala BPTD Kelas II Jambi, Dr. Benny Nurdin Yusuf, MH, menegaskan bahwa Pojok Baca Terminal Tipe A Alam Barajo merupakan bagian dari konsep mixuse, di mana terminal tidak lagi dipandang sekadar lokasi transit, tetapi sebagai pusat pelayanan publik multifungsi.
“Terminal harus memberi nilai tambah. Bukan hanya tempat naik turun penumpang, tetapi juga ruang edukatif bagi masyarakat. Dengan hadirnya koleksi buku baru, kami berharap waktu tunggu di terminal bisa dimanfaatkan untuk membaca dan menambah wawasan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa Pojok Baca diperuntukkan bagi semua kelompok masyarakat, termasuk warga yang memanfaatkan fasilitas terminal tanpa harus bepergian. Dengan demikian, terminal dapat berkembang menjadi ruang publik yang lebih ramah, informatif, dan inspiratif.
Kerja sama ini diharapkan menjadi batu pijakan penting menuju transformasi terminal yang lebih humanis dan berorientasi pada pelayanan masyarakat. BPTD Kelas II Jambi menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan publik, termasuk penyediaan fasilitas literasi sebagai bagian dari upaya membangun budaya baca di Provinsi Jambi.































