SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi menggelar Gerakan Tanam Pohon Serentak dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69 Provinsi Jambi Tahun 2026. Melalui gerakan ini, sebanyak 201.274 bibit pohon kehutanan ditanam secara serentak di seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Jambi.
Kegiatan penanaman terpusat di sempadan Sungai Batanghari, Dusun Tuo, Desa Pematang Jering, Kecamatan Jambi Luar Kota, Kabupaten Muaro Jambi, Rabu (28/1/2026).
Gerakan tersebut dihadiri Menteri Lingkungan Hidup yang diwakili Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Nur Adi Wardojo, Gubernur Jambi Al Haris, Ketua DPRD Provinsi Jambi, Danrem 042/Gapu, Bupati Muaro Jambi, serta para bupati dan wali kota se-Provinsi Jambi yang mengikuti kegiatan secara virtual.
Staf Ahli Menteri Lingkungan Hidup Ir. Nur Adi Wardojo mengapresiasi inisiatif Pemerintah Provinsi Jambi dalam menggerakkan penanaman pohon secara masif dan terkoordinasi. Ia menegaskan bahwa gerakan tersebut tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial.
“Kami berharap gerakan ini terus berlanjut dan menjadi budaya, tidak berhenti hari ini saja, tetapi menjangkau seluruh penjuru Jambi hingga ke tingkat masyarakat. Tujuannya untuk mewujudkan lingkungan yang hijau, teduh, bersih, dan sehat,” ujarnya.
Menurutnya, penanaman pohon memiliki peran strategis dalam menekan risiko bencana banjir dan longsor sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan hidup. Atas dasar itu, gerakan yang diinisiasi Pemprov Jambi dinilai layak dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.
“Gerakan tanam pohon serentak seperti yang dilakukan Jambi sangat dibutuhkan Indonesia saat ini. Pemprov Jambi kami tetapkan sebagai role model nasional,” tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menjaga keseimbangan lingkungan, khususnya melalui penanaman pohon di kawasan bantaran sungai yang rentan terhadap abrasi.
“Selama ini kita lebih banyak mengambil daripada menanam. Padahal pohon berfungsi menjaga tebing sungai, mencegah banjir, serta melindungi ekosistem,” kata Al Haris.
Ia juga mengingatkan potensi ancaman kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat rendahnya curah hujan dan kemungkinan masuknya fenomena El Nino.
“Jika tidak diantisipasi dengan baik, kondisi kering ini dapat memicu karhutla. Karena itu, mari kita tanam pohon secara serentak, terutama di sepanjang bantaran sungai yang mulai terkikis,” tambahnya.
Gubernur Al Haris mengajak seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, serta masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan demi keberlanjutan alam Provinsi Jambi.
Pada kesempatan yang sama, Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) menyampaikan apresiasi atas dipilihnya Desa Pematang Jering sebagai lokasi pusat kegiatan.
Ia menilai penanaman pohon memiliki nilai strategis dalam menjaga keberlanjutan lingkungan di tengah pesatnya pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi.
“Kegiatan ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lahan dan sumber daya air serta memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat,” ujarnya.
BBS juga memaparkan visi Panca Cita Muaro Jambi, yang salah satunya berfokus pada pelestarian lingkungan, termasuk target Muaro Jambi bebas sampah dan terjaminnya ketersediaan air bersih.
Ia berharap adanya dukungan dan sinergi dari pemerintah pusat dan provinsi dalam pengelolaan sampah serta pembangunan infrastruktur lingkungan.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, Gubernur Jambi Al Haris turut menyerahkan bantuan 20 ribu benih ikan patin kepada kelompok tani sebagai bentuk dukungan terhadap ketahanan pangan dan penguatan ekonomi masyarakat.
































