SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Aktivitas angkutan batu bara di Jambi kembali menuai sorotan. Sebuah truk fuso bermuatan batu bara terguling tepat di depan SPBU Tempino, Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Kendaraan berukuran besar itu melintang menutup badan jalan, membuat arus lalu lintas dari dua arah lumpuh total. Kemacetan mengular sejak subuh, ketika warga mulai beraktivitas. Sepeda motor, mobil pribadi, hingga truk logistik terjebak tanpa kepastian.
Insiden di titik vital ini kembali menegaskan rapuhnya pengendalian angkutan batu bara di jalur umum. Tempino dikenal sebagai simpul padat penghubung Kota Jambi–Muaro Jambi. Ketika satu truk tumbang, mobilitas publik langsung kolaps.
Informasi di lapangan menyebutkan truk tersebut diduga bagian dari rombongan angkutan batu bara yang dikawal kelompok yang belakangan viral dengan sebutan “Mak Nyak”. Kendaraan disebut berasal dari PT SGM dengan tujuan pengiriman ke Cilegon.
Sorotan kian tajam setelah sopir truk dilaporkan meninggalkan lokasi tak lama usai kejadian. Tindakan itu memunculkan pertanyaan serius terkait tanggung jawab dan kepatuhan terhadap hukum.
Kasat Lantas Polres Muaro Jambi, AKP Yudha Bhara A Putra, membenarkan kecelakaan tunggal tersebut. Penanganan dilakukan oleh Unit Gakkum Satlantas Polres Muaro Jambi.
Petugas diterjunkan untuk mengamankan lokasi dan mengurai kemacetan, sementara proses evakuasi dilakukan agar badan jalan dapat difungsikan kembali.
Peristiwa ini menambah daftar panjang problem angkutan batu bara di Jambi—dari kemacetan kronis, kecelakaan berulang, hingga keresahan warga.
Publik kembali menuntut evaluasi tegas terhadap pengawasan, pola pengawalan, serta pengaturan jam operasional angkutan batu bara agar kepentingan industri tidak terus mengorbankan keselamatan dan hak pengguna jalan lain.
































