SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kepolisian Daerah Jambi resmi memulai program Mudik Presisi dengan pengamanan berlapis dan pengawasan ketat terhadap kelayakan transportasi.
Langkah ini ditegaskan langsung oleh Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar saat melepas keberangkatan pemudik.
Pelaksanaan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan pengamanan konvensional, tetapi juga diperkuat patroli skala besar oleh personel Brimob guna mengantisipasi lonjakan arus kendaraan di jalur utama.
āPersonel Brimob kami turunkan untuk patroli skala besar, memastikan keamanan maksimal di seluruh jalur mudik,ā tegas Kapolda.
Pengamanan dilakukan melalui sinergi lintas sektor yang melibatkan TNI, Polri, pemerintah daerah, hingga instansi terkait. Pos pengamanan dan pelayanan disiagakan di titik-titik strategis, terutama di terminal dan jalur padat kendaraan.
Di sisi lain, aspek keselamatan menjadi perhatian serius. Dinas Perhubungan Provinsi Jambi melakukan ramp check menyeluruh terhadap armada bus guna memastikan seluruh kendaraan laik jalan sebelum diberangkatkan.
Pemeriksaan meliputi sistem penerangan, kondisi kaca dan wiper, kelayakan ban, fungsi pengereman, hingga fasilitas penumpang.
Tidak hanya kendaraan, pengemudi juga wajib menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik tetap prima selama perjalanan.
āTidak ada toleransi untuk kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan,ā ujar petugas Dishub.
Kapolda juga memastikan kesiapan fasilitas terminal, khususnya untuk angkutan AKAP dan AKDP, dalam memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Meski sempat terjadi kepadatan di sejumlah titik, arus lalu lintas berhasil dikendalikan melalui koordinasi dengan Polda Sumatera Selatan.
Sementara itu, potensi gangguan distribusi bahan bakar turut diantisipasi. Kepolisian telah menginstruksikan pengawasan ketat guna mencegah penimbunan BBM selama periode mudik.
āKami pastikan distribusi BBM aman. Jika ada penimbunan, akan kami tindak tegas,ā tegas Kapolda.
Sejumlah bus dengan tujuan kota-kota di Pulau Jawa seperti Bandung, Bogor, dan Yogyakarta resmi diberangkatkan dalam seremoni tersebut, menandai dimulainya arus mudik dari Jambi.
Dengan kombinasi pengamanan intensif, pengawasan teknis kendaraan, serta koordinasi lintas sektor, aparat berharap risiko kecelakaan dan gangguan perjalanan dapat ditekan seminimal mungkin.
āTarget kami jelas: mudik aman, masyarakat selamat sampai tujuan,ā pungkas Kapolda.
































