SEKATOJAMBI.COM, BATANGHARI – Debit air Sungai Batanghari di Provinsi Jambi saat ini mulai surut. Kondisi ini dikarenakan musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah, mengatakan penyusutan debit Sungai merupakan dampak yang tidak dapat dihindari apabila musim kemarau berlangsung dalam waktu yang panjang.
“Yang saya khawatirkan ketika kemarau semakin panjang dan air semakin berkurang. Itu yang paling bahaya,” katanya.
Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi menyulitkan masyarakat dalam memperoleh air bersih, sekaligus menjadi kendala bagi petugas saat melakukan pemadaman kebakaran lahan.
Karena itu, Pemerintah Provinsi Jambi mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijaksana selama musim kemarau.
“Pak Gubernur sudah mengingatkan masyarakat supaya menggunakan air secukupnya karena saat ini kita baru memasuki puncak musim kemarau,” ujarnya.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung mulai pekan terakhir Juli hingga September mendatang.
Selain ancaman kekeringan, Bachyuni juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi penyebab kebakaran yang kerap dianggap sepele.
Ia mencontohkan kebakaran yang terjadi di pinggir jalan di Kabupaten Bungo. Menurutnya, kejadian tersebut diduga kuat dipicu puntung rokok yang dibuang sembarangan di tengah kondisi rumput yang kering.
“Kalau di pinggir jalan, sangat mungkin karena puntung rokok. Bisa juga karena anak-anak bermain api atau ulah orang yang tidak bertanggung jawab,” katanya.
Bachyuni mengaku pernah melakukan simulasi sederhana di kawasan Rantau Panjang. Dalam simulasi tersebut, bara rokok yang diletakkan di atas tumpukan rumput kering langsung memicu api ketika terkena hembusan angin.
“Saya coba sendiri. Bara rokok yang tertiup angin membuat rumput langsung terbakar dan api cepat menyebar ke sekitarnya. Artinya, puntung rokok memang sangat berbahaya saat musim kemarau seperti sekarang,” jelasnya.
Ia menambahkan, hingga saat ini sebagian besar kebakaran yang terjadi masih berada di lahan milik masyarakat dan belum ditemukan kejadian kebakaran di kawasan perusahaan.
BPBD Provinsi Jambi terus melakukan patroli di wilayah rawan kebakaran serta mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
“Jangan membuang puntung rokok sembarangan dan jangan membuka lahan dengan cara dibakar. Pencegahan jauh lebih penting agar kebakaran tidak terus meluas,” pungkasnya.



























