SekatoJambi.com , AKBP Achiruddin Hasibuan, akhirnya dipecat dari Polri. Ahmad Saroni, Ketua Komisi III DPR RI beri tanggapan terkait AKBP Achiruddin dipecat.

Setelah melalui beberapa tahapan dalam kasusnya, AKBP Achiruddin dipecat secara tidak hormat dari jabatannya Kepala Bagian (Kabag) Pembinaan dan Operasional Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumut.

Melalui Sidang Etik yang digelar Propam Polda Sumut pada Selasa 2 Mei 2023, AKBP Achiruddin resmi dipecat dari jabatannya.

Ternyata bukan hanya sekali, AKBP Achiruddin sudah lima kali menjalani sidang kode etik.

Artinya, Achiruddin Hasibuan diketahui telah beberapa kali melakukan pelanggaran.

Untuk itulah, para polisi di Indonesia pun mendapat peringatan dari Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni.

Dirinya berikan komentar telak usai Polri pecat AKBP Achiruddin Hasibuan.

Komentar Ahmad Sahroni ini, tidak hanya untuk AKBP Achiruddin, namun juga untuk seluruh polisi di Indonesia.

“Polisi Se Indonesia hati2 yah jgn bertingkah,” tulisnya dalam akun Instagram.

Sebab menurutnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak main-main mengatasi permasalahan di internal Polri.

“ga maen2 pak kapolri @listyosigitprabowo Mantabs pak..,” tulis Ahmad Sahroni, dilansir dari Instagram @ahmadsahroni88, pada 2 Mei 2023.

“Semoga ini yg terakhir dan buat perhatian bagi Anggota Polri seluruh indonesia,” tegas Ahmad Sahroni.

Ia juga turut mengapresiasi Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca.

“Kapolda Sumut Anda Juara pak @poldasumaterautara Irjen Pol Panca,” ucapnya.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Panca Putra Simanjuntak, mengatakan bahwa Achiruddin bukan jali pertama menjalani sidang kode etik.

Dirinya mengatakan, Achiruddin sudah pernah menjalani sidang etik kepolisian dalam perkara berbeda.

“Tiga kali saja seorang anggota Polri melakukan pelanggaran sudah selayaknya diberhentikan. Dia ternyata sudah 5 kali. Konsekuensinya harus diberhentikan dari anggota Polri,” kata Panca.

Panca mengatakan, dalam kasus ini seharusnya Achiruddin Hasibuan bisa merelai penganiayaan yang dilakukan anaknya tersebut.

Namun, fakta dari persidangan tak bisa dibuktikan sehingga Achiruddin harus dipecat dari Polri.