MERANGIN – Hasil panen jagung perdana lima Desa di wilayah Kecamatan Tabir Barat melimpah ruah, namun terkendala penampung, dan tidak memenuhi standar kualifikasi ungkap pihak bulog Merangin.
Hal itu diungkapkan langsung oleh pihak bulog Kabupaten Merangin, pasca 6 ton jagung warga hasil panen perdana tersebut di larikan ke gudang Bulog Merangin saat hendak di jual.
Sebagai petani pemula, warga lima Desa di Kecamatan Tabir Barat tersebut, sempat kecewa, usai mendengar keterangan dari pihak bulog Merangin bahwa 6 ton jagung tersebut tidak memenuhi standar kualifikasi.
Usai mendapatkan penolakan dari pihak bulog Merangin, Polsek Tabir Ulu Iptu. Supranata Sh, MH , langsung menginstruksikan jajarannya untuk membantu mobilitas hasil bumi tersebut.
Tidak hanya membantu mobilitas hasil panen, jajaran Polsek Tabir Ulu juga menyediakan fasilitas mobil untuk mengangkut total 6 ton jagung tersebut guna dijual ke tengkulak di daerah Desa Limbur Merangin.
“Kami hadir sebagai solusi agar semangat petani pemula di lima desa ini tidak patah, kami fasilitasi pengangkutan menuju pembeli di Limbur Merangin sebagai bentuk partisipasi Polri dalam menjaga stabilitas ketahanan pangan masyarakat,”ucap Iptu Supranata SH MH.
Ditempat yang sama para petani juga soroti sikap pasif pihak bulog Merangin, meskipun hasil panen akhirnya terserap oleh pasar melalui tengkulak, para petani menyayangkan sikap pihak Bulog yang dinilai kurang proaktif.
Ketua APDESI Kecamatan Tabir Barat Amer Mahmud, mengungkapkan bahwa selama masa tanam hingga panen, pihak Bulog tidak pernah turun ke lapangan untuk memberikan bimbingan teknis.
“Kami ini petani pemula, baru kali ini menanam jagung secara serius. Kami sangat kecewa karena selama ini Bulog bersifat pasif, tidak pernah turun sama sekali ke desa kami untuk memberi tahu bagaimana standar jagung yang mereka terima,”ungkap Amer Mahmud.(BR)



























