SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Seorang remaja berinisial C (18) asal Kota Jambi menjadi korban pemerkosaan 4 pria, dimana 2 di antaranya oknum polisi dan 1 pelaku anak pemuka agama.
Kejadian bermula saat korban mengenal pelaku utama berinisial I di sebuah gereja di kawasan Kota Baru pada September 2025, saat itu mereka usai melakukan ibadah.
Seiring berjalannya waktu mereka menjalin pertemanan. Hingga di bulan November 2025, saat korban menginap di rumah temannya yang berlokasi di kawasan Pinang Merah, Kecamatan Alam Barajo, pelaku datang bersama temannya menggunakan mobil dobel kabin.
Pelaku datang ke rumah teman korban pukul 24.00 WIB. Awalnya, korban tidak menggubris pelaku, namun karena pelaku I terus menelpon dan mengklakson di depan rumah temannya.
Karena tidak enak dengan orang tua temannya, C akhirnya menemui pelaku I, di sana I mengatakan akan mengantar pulang korban ke rumahnya yang berada di Kecamatan Alam Barajo.
Namun saat sudah mendekati rumah korban, pelaku malah merubah rute dan membawa korban ke sebuah rumah di kawasan Kebun Kopi.
Tiba di sana, korban disambut 4 orang pria yang sedang pesta minuman keras atau miras.
Menjelang subuh, pelaku I menyeret korban ke salah satu kamar dan melakukan pemerkosaan.
Saat itu, masuklah pria berinisial C. Bukannya menolong korban, C malah memegang tangan korban dan menutup mulut korban.
Secara bergiliran, pelaku C lalu oknum polisi berinisial S merudapaksa korban.
Saat itu, kondisi korban sudah tidak berdaya, bahkan untuk menggerakkan badanya saja ia sudah tidak sanggup.
“Saat itu saya di angkat oleh mereka ke mobil, ada sekitar 4 hingga 6 orang yang mengangkat saya,” cerita korban.
“Saya masih setengah sadar saat itu,” ungkapnya.
Lebih lanjut korban mengatakan ia tidak di antara pulang, tapi di pindahkan ke rumah yang ada kawasan Arizona, di kawasan Simpang III Sipin.
Korban di taruh di salah satu kamar yang ada disana dan di tinggalkan pelaku.
Beberapa saat kemudian, korban di datangi oleh seorang pria, dia mengajak berhubungan badan, namun korban menolak.
Namun hal tersebut tidak di gubris pelaku, ia membuka pakaiannya dan membuka pakaian korban yang dalam kondisi tidak berdaya.
“Saya sudah tidak bisa melawan lagi, saya lemas sekali,” kenangnya.
Saat kejadian korban mengaku tidak mengenal pelaku, namun setelah mencari tau ternyata pelaku ke empat berinisial N dan merupakan seorang polisi.
Korban di antar pulang oleh teman pelaku, tapi tidak sampai di depan rumah hanya di pinggir jalan raya.
Sesaat setelah kejadian korban mengalami depresi, ia hanya mengurung diri di kamar. Bahkan untuk menceritakan ke jadian tersebut ke orang tuanya saja ia tidak mampu.
Kejadian ini sudah dilaporkan ke Polda Jambi.

























