SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Pemerintah Kota Jambi resmi memulai pembangunan drainase tertutup sekaligus pelebaran Jalan Orang Kayo Pingai, kawasan Talang Banjar.
Proyek yang dikerjakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Jambi ini ditandai dengan dimulainya pekerjaan pada Rabu (1/10) malam.
Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Momon Sukmana Fitra, menyebutkan tahap awal difokuskan pada sisi kiri jalan.
Dengan total anggaran sebesar Rp12,8 miliar, pekerjaan ditargetkan selesai dalam tiga bulan ke depan.
“Pengerjaan dilakukan dengan metode beton pracetak dan manual, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. Insya Allah akhir Desember sudah bisa selesai,” ujar Momon.
Lebih dari sekadar pembangunan infrastruktur, proyek ini juga menjadi bagian dari strategi penataan ulang kawasan eks PKL Talang Banjar yang selama bertahun-tahun dikenal semrawut.
Pemkot Jambi menegaskan bahwa hasil pembangunan ini diharapkan mampu memperlancar arus lalu lintas sekaligus mempercantik wajah kawasan.
“Ke depan, kawasan ini akan menjadi ruang publik yang lebih tertata dan modern,” tambah Momon.
Talang Banjar sebelumnya dikenal sebagai salah satu titik PKL terpadat di Kota Jambi, bahkan disebut-sebut sebagai “PKL terpanjang di dunia” karena menjalar sepanjang jalan dan menutup akses lalu lintas.
Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan, masalah kebersihan, hingga mengganggu kenyamanan warga.
Wali Kota Jambi, dr. Maulana, menegaskan bahwa penataan Talang Banjar menjadi prioritas pemerintah.
Pembangunan drainase tertutup dan pelebaran jalan disebut sebagai solusi permanen agar kawasan tidak lagi kembali ke kondisi semrawut.
“Setelah PKL direlokasi, tugas pemerintah adalah menata infrastruktur agar wajah kawasan Talang Banjar berubah. Pelebaran jalan dan drainase ini bagian dari solusi permanen, sehingga kawasan tidak lagi dipadati pedagang seperti dulu,” ujar Maulana.
Masyarakat setempat pun menyambut positif proyek tersebut. Rudi, salah seorang warga Talang Banjar, mengatakan pelebaran jalan sangat dibutuhkan.
“Kalau jalan sudah lebar dan drainase tertutup, tentu lebih rapi. Kami berharap tidak ada lagi pedagang yang kembali berjualan di sini, karena selama ini kami yang paling merasakan macetnya,” ungkapnya.
Dengan target rampung akhir Desember 2025, proyek ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan kawasan Talang Banjar menuju wajah baru yang lebih bersih, tertata, dan modern.
































