SEKATOJAMBI.COM, TANJABBAR – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas terus dilakukan Kepolisian. Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi melalui Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) menggelar program Police Go To Pesantren di Yayasan Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok, Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Kegiatan ini menyasar santriwan dan santriawati sebagai agen perubahan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).
Program yang berlangsung pada pukul 10.00 WIB tersebut menjadi bagian dari strategi edukasi dini untuk menanamkan kesadaran berlalu lintas di kalangan remaja, khususnya pelajar pesantren yang kelak akan terjun langsung ke tengah masyarakat. Pendekatan yang digunakan bersifat humanis, dialogis, dan jauh dari kesan menggurui.
Kegiatan diawali dengan sambutan dari pengurus Pondok Pesantren Sholeh Al Mubarok yang menyambut positif kehadiran jajaran Ditlantas Polda Jambi. Menurut pihak pesantren, edukasi keselamatan berlalu lintas merupakan bekal penting bagi santri, seiring meningkatnya mobilitas remaja di jalan raya.
Materi edukasi disampaikan oleh personel Subdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi yang dipimpin AKBP Dr. Novrizal, S.Sos., M.H. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya etika berkendara yang benar, mulai dari kewajiban menggunakan helm berstandar SNI, pemahaman rambu-rambu lalu lintas, hingga disiplin mematuhi aturan di jalan.
Selain itu, para santri juga dibekali konsep “3 Siap” sebagai prinsip dasar keselamatan berkendara, yakni Siap Diri, Siap Kendaraan, dan Siap Administrasi. Ketiga aspek tersebut dinilai krusial untuk meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas, khususnya di kalangan pengendara usia muda yang rentan terhadap pelanggaran.
Suasana kegiatan semakin hidup saat memasuki sesi tanya jawab. Para santri tampak antusias mengajukan pertanyaan seputar aturan lalu lintas, sanksi pelanggaran, hingga tips berkendara aman di jalan umum. Interaksi yang cair ini menunjukkan tingginya minat dan rasa ingin tahu peserta terhadap isu keselamatan berkendara.
Sebagai bentuk apresiasi, petugas membagikan sejumlah doorprize menarik kepada santri yang mampu menjawab pertanyaan dan tantangan dari tim sosialisasi. Cara ini dinilai efektif untuk membangun kedekatan sekaligus memperkuat pemahaman materi yang disampaikan.
Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi menegaskan bahwa kegiatan Police Go To Pesantren merupakan agenda strategis dalam rangka Operasi Keselamatan 2026. Selain bertujuan menekan angka kecelakaan, kegiatan ini juga dimaksudkan untuk mempererat silaturahmi antara Polri dan kalangan pesantren.
“Kami ingin membentuk karakter generasi muda yang taat hukum dan memiliki kesadaran tinggi akan pentingnya keselamatan berlalu lintas,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono, S.H., S.Ik., M.Si., saat dikonfirmasi, menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari Polantas Menyapa, sebuah pendekatan persuasif untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat melalui edukasi langsung.
“Kami berharap melalui edukasi ini, para santri tidak hanya memahami aturan secara teori, tetapi juga mampu menjadi teladan keselamatan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya,” tegasnya.
Melalui kegiatan ini, Ditlantas Polda Jambi berharap pesan keselamatan berlalu lintas dapat ditularkan secara berantai, dimulai dari lingkungan pesantren hingga ke masyarakat luas, sebagai langkah konkret menekan angka kecelakaan dan membangun budaya tertib berlalu lintas di Provinsi Jambi.
































