SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Pemerintah Provinsi Jambi bergerak cepat memperkuat posisi daerah dalam peta pertahanan nasional. Keseriusan itu ditunjukkan melalui penyiapan lahan seluas sekitar 13,4 hektare untuk mendukung rencana pembangunan Komando Daerah Militer (Kodam) di Provinsi Jambi.
Lahan yang dihibahkan tersebut berada di kawasan strategis Pondok Meja, Kecamatan Mestong, Kabupaten Muaro Jambi, tepat di depan SPN Polda Jambi dan berada di lingkungan kawasan pendidikan serta perkantoran.
Penyerahan hibah lahan ditandai dengan penandatanganan berita acara serah terima oleh Gubernur Jambi, Al Haris bersama Danrem 042/Gapu, Nyamin, disaksikan langsung Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, Jumat (22/5/2026).
Al Haris menegaskan, lahan tersebut telah bersertifikat resmi milik Pemerintah Provinsi Jambi dan disiapkan sebagai langkah awal percepatan pembentukan Kodam Jambi.
“Sekitar 13,5 hektare sudah kami siapkan sebagai tahap awal pembentukan Kodam di Jambi. Lokasinya sangat strategis karena berada di kawasan pendidikan, perkantoran, dan berhadapan langsung dengan SPN Polda Jambi,” ujar Al Haris.
Tak hanya menyiapkan lahan awal, Pemprov Jambi juga mulai membidik kawasan Mendalo–Pijoan sebagai alternatif pengembangan kawasan pertahanan baru.
Wilayah itu dinilai memiliki prospek strategis karena terkoneksi langsung dengan jalur tol Jambi–Merlung–Rengat yang tengah berkembang.
Menurut Al Haris, kawasan tersebut berpotensi menjadi simpul pertahanan baru sekaligus pusat pengembangan fasilitas militer di masa mendatang.
“Nantinya kawasan itu akan menjadi titik perlintasan penting. Jika Kodam berada di sana tentu sangat strategis. Sementara lahan yang sekarang dapat dikembangkan menjadi Rindam atau fasilitas militer lainnya,” katanya.
Selain pembangunan Kodam, Pemerintah Provinsi Jambi juga mulai menyiapkan lahan untuk pembangunan pangkalan udara (Lanud), seiring rencana peningkatan status Bandara Jambi menjadi bandara internasional.
Al Haris berharap pada 2027 mendatang Jambi masuk dalam prioritas pembentukan Kodam baru sesuai program strategis TNI Angkatan Darat.
“Kami siap berkolaborasi penuh dengan TNI untuk mempercepat pembangunan Kodam di Jambi. Kehadiran Kodam nantinya akan memperkuat keamanan wilayah sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Pangdam XX/Tuanku Imam Bonjol, Arief Gajah Mada, mengaku terkesan dengan dukungan besar Pemerintah Provinsi Jambi terhadap pengembangan kekuatan TNI di daerah.
Ia menilai lokasi lahan yang dihibahkan memiliki nilai strategis tinggi dan sangat potensial menjadi pusat pengembangan satuan TNI Angkatan Darat di wilayah Sumatera bagian tengah.
“Saya sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jambi. Lahan ini sangat bagus dan strategis. Ini akan kami laporkan ke Mabesad sebagai bagian dari rencana pengembangan satuan TNI Angkatan Darat,” ujarnya.
Menurut Arief Gajah Mada, dalam rencana strategis TNI AD tahun 2027 akan dibentuk empat Kodam baru di Indonesia dan Jambi dinilai memiliki peluang besar menjadi salah satunya.
Ia optimistis keberadaan Kodam Jambi nantinya akan mempercepat rantai komando, memperkuat koordinasi pertahanan wilayah, hingga meningkatkan efektivitas penanganan konflik dan bencana alam.
“Kalau Kodam Jambi terbentuk, rantai kendali akan lebih cepat, koordinasi lebih efektif, termasuk dalam penanganan bencana dan pengamanan wilayah,” katanya.
Di akhir sambutannya, Pangdam juga mengaku terharu atas perhatian Pemerintah Provinsi Jambi terhadap kesejahteraan prajurit TNI, termasuk rencana perbaikan rumah dinas dan fasilitas pendukung lainnya.
“Saya bangga dengan perhatian Pak Gubernur terhadap prajurit kami. Semoga sinergi ini terus terjalin demi mewujudkan Jambi yang lebih maju, aman, dan kuat,” pungkasnya.
































