SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Jika biasanya petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi berjibaku memadamkan api atau mengevakuasi hewan liar, kali ini mereka justru membantu warga yang kehilangan kunci motor di dalam drainase.
Peristiwa tersebut dilaporkan pada Jumat (3/4/2026), di kawasan Simpang SMA 4, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Alam Barajo, Kota Jambi.
Seorang wanita bernama Ririn panik setelah kunci motornya tiba-tiba terjatuh dan masuk ke dalam saluran drainase.
Ririn menceritakan, kejadian itu bermula saat dirinya pulang kerja dan berhenti untuk membeli makanan.
Saat hendak mematikan mesin motor, kunci yang masih berada di tangannya secara tidak sengaja terlepas.
“Posisinya itu pas di pinggir drainase, mungkin karena kurang fokus, kuncinya jatuh dari tangan dan langsung masuk ke celah lubang drainase,” ujarnya.
Ia sempat mencoba melihat ke dalam saluran, namun kondisi drainase yang cukup dalam dan tertutup membuatnya kesulitan menjangkau kunci tersebut.
Setelah beberapa saat kebingungan, Ririn akhirnya berinisiatif mencari bantuan.
Ia mengaku tidak mengetahui kontak Damkar sebelumnya, hingga akhirnya mencoba mencari informasi melalui internet.
“Saya Googling dan akhirnya dapat nomor Damkar,” tuturnya.
Tak butuh waktu lama, laporan yang masuk sekitar pukul 12.58 WIB langsung ditindaklanjuti oleh petugas Damkartan Kota Jambi.
Tim rescue dari Pleton 3 Mako bergerak menuju lokasi pukul 13.10 WIB dan tiba hanya dalam waktu sekitar 5 menit.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan bahwa pihaknya merespons setiap laporan masyarakat, tidak hanya kebakaran, tetapi juga kondisi darurat lainnya yang membutuhkan penanganan cepat.
“Begitu laporan masuk melalui layanan Call Center Bahagia, tim langsung kami kerahkan. Ini bagian dari komitmen pelayanan cepat kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam proses evakuasi, petugas harus membuka penutup drainase terlebih dahulu menggunakan linggis.
Setelah akses terbuka, tim kemudian menggunakan alat khusus berupa stick ular untuk menjangkau kunci yang berada di dasar saluran.
“Drainasenya cukup sempit dan dalam, sehingga tidak memungkinkan dijangkau dengan tangan. Petugas menggunakan stick ular untuk mengait kunci tersebut secara perlahan agar tidak terdorong lebih jauh oleh aliran air,” katanya.
Dengan teknik yang hati-hati dan terarah, proses evakuasi pun berlangsung cepat. Hanya dalam waktu sekitar 5 menit, kunci motor berhasil diangkat dalam kondisi aman.
Operasi ini melibatkan 5 personel Damkartan dengan dukungan armada rescue serta perlengkapan standar seperti alat pelindung diri (APD), linggis, dan stick ular.
Mustari menambahkan, keberhasilan ini merupakan bagian dari penerapan prinsip kerja Damkartan yakni 5T, yaitu Terencana, Terukur, Terarah, Terlayani, dan Tuntas.
“Sekecil apapun laporan masyarakat tetap kami tangani secara profesional. Ini bentuk hadirnya pemerintah melalui layanan Call Center Bahagia untuk membantu warga,” tegasnya.
Sementara itu, Ririn mengaku sangat terbantu dengan respon cepat dari petugas Damkar. Ia tidak menyangka laporan sederhana seperti itu bisa ditangani dengan sigap.
“Responnya cepat sekali, tidak sampai 10 menit sudah sampai. Terima kasih Damkar, sangat membantu,” ucapnya.
Setelah proses evakuasi selesai, tim Damkartan kembali ke markas pada pukul 13.30 WIB. Tidak ada hambatan dalam operasi tersebut, dan seluruh rangkaian berjalan lancar.































