SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Dugaan kasus pelecehan terjadi di lingkungan SMA Negeri 10 Kota Jambi melibatkan seorang guru perempuan dengan Kepala Tata Usaha (TU).
Ketua DPRD Provinsi Jambi, M Hafiz, menegaskan bahwa apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka tindakan itu merupakan perbuatan yang tidak dapat ditoleransi.
“Ya, tentunya ini menyakiti perasaan kita semua. Ini tindakan yang tidak bermoral. Kita minta pihak Dinas Pendidikan segera memanggil pihak-pihak terkait dan menjelaskan seperti apa langkah-langkah yang akan dilakukan,” kata Hafiz saat diwawancarai, Selasa (2/6/2026).
Menurutnya, Dinas Pendidikan perlu melakukan pendalaman secara menyeluruh terhadap kasus tersebut. Jika ditemukan adanya unsur pelecehan, maka harus ada evaluasi dan perbaikan terhadap sistem maupun sumber daya manusia di lingkungan sekolah.
Namun apabila persoalan tersebut hanya disebabkan oleh kesalahpahaman, penyelesaiannya juga harus dilakukan secara profesional melalui mekanisme yang berlaku.
“Kalau memang benar terjadi pelecehan, saya kira ada hal yang perlu diperbaiki, terutama terkait sumber daya manusia yang ada di sekolah tersebut. Namun jika ini hanya kesalahpahaman, tentu harus diselesaikan secara baik di tingkat dinas,” ujarnya.
Hafiz juga menyoroti sejumlah persoalan yang belakangan muncul di dunia pendidikan Jambi. Ia berharap kasus ini menjadi bahan evaluasi bersama agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
“Itu yang kita harapkan. Jangan sampai dunia pendidikan di Provinsi Jambi kembali tercoreng. Kita tahu, sepanjang tahun ini sudah beberapa kali terjadi persoalan di lingkungan pendidikan, baik antara pendidik dan peserta didik maupun antarsesama tenaga pendidikan. Ke depan, kita berharap tidak ada lagi kejadian yang mencoreng dunia pendidikan kita,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa sekolah merupakan tempat mencetak generasi penerus bangsa. Oleh karena itu, selain didukung sarana dan prasarana yang memadai, lingkungan pendidikan juga harus diisi oleh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki integritas, etika, dan kualitas yang baik.
“Karena sejatinya sekolah adalah tempat mencetak anak-anak sebagai penerus bangsa di masa depan. Maka dari itu, baik sarana maupun tenaga pengajarnya harus benar-benar berkualitas,” tutupnya.






























