TANJAB BARAT, 17 Agustus 2026 – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat) berlangsung dengan suasana berbeda. Jika biasanya upacara kemerdekaan digelar di lapangan, kali ini detik-detik Proklamasi dilaksanakan di atas kapal dan perairan Alur Sungai Pengabuan, Kuala Tungkal.
Sedikitnya 11 kapal dari berbagai instansi, termasuk Kapal FPB 28 meter BC 5002 dari PSO Bea Cukai Tanjung Balai Karimun, speedboat BC 1005 dan BC 0303 dari Bea Cukai Jambi, serta sekitar 40 kapal nelayan, ikut mengambil bagian dalam rangkaian upacara yang berlangsung di perairan Sungai Pengabuan.
Upacara Detik-Detik Proklamasi dipusatkan di atas Kapal Bea Cukai BC 5002 yang mengarungi alur Sungai Pengabuan. Sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan pejabat daerah turut hadir, di antaranya Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat, M.Ag., Wakil Bupati Dr. H. Katamso, S.A., S.E., M.E., Kepala KPPBC TMP B Jambi Dafit Kasianto, Kapolres Tanjab Barat AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., Dandim 0419/Tanjab Letkol Inf Zulhiardi, S.I.P., M.Han., Kajari Tanjab Barat Mohammad Ridwan Bugis, S.H., M.H., serta sejumlah pimpinan instansi dan kepala OPD lainnya.
Upacara dimulai sekitar pukul 10.17 WIB, dipimpin Bupati Tanjab Barat selaku Inspektur Upacara. AKP Hermanto, S.H. bertindak sebagai Perwira Upacara, sementara Komandan Upacara dipercayakan kepada Kanit Pidum Satreskrim Polres Tanjab Barat IPDA Peri Sutikno, S.H.
Prosesi berlangsung khidmat. Tidak hanya menjadi momentum memperingati kemerdekaan, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang dan mengorbankan jiwa serta raga demi kemerdekaan Indonesia.
Suasana semakin sakral ketika sirine kapal dibunyikan selama satu menit sebagai tanda penghormatan kepada para pahlawan. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan pelarungan dan tabur bunga ke perairan Sungai Pengabuan.
Kapal Nelayan di Tengah, Simbol Negara Hadir Melindungi Masyarakat
Usai prosesi penghormatan, seluruh kapal membentuk formasi menyerupai lembing. Kapal-kapal nelayan ditempatkan di bagian tengah, sementara kapal dari berbagai instansi mengelilinginya.
Formasi tersebut menjadi simbol bahwa kehadiran negara tidak hanya berada di daratan, tetapi juga hadir di wilayah perairan untuk memberikan perlindungan, pelayanan, dan rasa aman kepada masyarakat.
Kepala KPPBC TMP B Jambi Dafit Kasianto menegaskan, pelaksanaan upacara di atas perairan bukan sekadar seremoni peringatan kemerdekaan.
“Pelaksanaan upacara ini merupakan bentuk penghargaan kepada para pahlawan atas jasa-jasa mereka dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, sekaligus menunjukkan semangat kebersamaan, kekompakan, dan kerja sama seluruh instansi dan elemen masyarakat di Kabupaten Tanjung Jabung Barat,” ujar Dafit.
Menurutnya, semangat kebersamaan tersebut harus menjadi modal bersama untuk mengisi kemerdekaan dan membawa daerah menuju kondisi yang lebih maju serta sejahtera.
“Melangkah menuju satu tekad, visi, dan tujuan yang sama untuk membangun daerah yang maju dan sejahtera. Serengkuh Dayung Serentak Ketujuan,” tegasnya.
Bea Cukai dan Instansi Bersama Masyarakat Nelayan
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial kepada masyarakat nelayan. Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menggantungkan kehidupan dan penghidupannya dari aktivitas di perairan Sungai Pengabuan.
Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya dimaknai melalui upacara, tetapi juga diwujudkan melalui kepedulian dan kebersamaan dengan masyarakat.
Berkibarnya Sang Merah Putih di atas puluhan kapal menjadi pemandangan tersendiri di perairan Kuala Tungkal. Puluhan kapal yang bergerak dalam satu formasi menggambarkan semangat persatuan sekaligus menegaskan bahwa semangat kemerdekaan Indonesia hidup di seluruh ruang kehidupan masyarakat, termasuk di wilayah perairan Tanjung Jabung Barat.
Peringatan HUT RI ke-81 di Sungai Pengabuan akhirnya bukan hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga menjadi pesan tentang pentingnya sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, instansi vertikal, masyarakat nelayan, dan seluruh elemen daerah dalam menjaga persatuan serta bersama-sama membangun Tanjab Barat.






















