SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri melalui Satgaswil Jambi memperkuat upaya pencegahan dan penanggulangan radikalisme serta intoleransi di Provinsi Jambi. Upaya tersebut dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Aula Gedung Siginjai Mapolda Jambi, Kamis (13/8/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut menjadi bagian dari langkah preventif Polri dalam meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, serta kemampuan deteksi dini terhadap potensi berkembangnya paham radikal dan intoleran. FGD juga dirangkaikan dengan analisis dan evaluasi (anev) terhadap personel Polri dan PNPP yang memiliki permasalahan.
Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., C.PHR, CBA, CHRA., bersama personel Satgaswil Jambi hadir memberikan pemahaman mengenai perkembangan peta kerawanan dan dinamika kelompok serta paham radikal di wilayah hukum Polda Jambi.
Dalam pemaparannya, Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., C.PHR, CBA, CHRA., menekankan bahwa potensi penyebaran radikalisme dan intoleransi tidak hanya berkembang melalui interaksi langsung, tetapi juga dapat memanfaatkan lingkungan sosial dan media sosial sebagai sarana penyebaran narasi provokatif maupun propaganda.
Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri juga menyampaikan perkembangan kondisi eks narapidana terorisme di wilayah Jambi. Pemetaan, pembinaan, reorientasi dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), serta pendampingan dan reintegrasi sosial menjadi bagian penting dalam mencegah keterpaparan kembali maupun upaya rekrutmen oleh jaringan radikal.
Selain itu, Kombes Pol. Beri Diatra, S.I.K., M.H., C.PHR, CBA, CHRA. mengingatkan adanya dinamika ancaman yang semakin kompleks, termasuk potensi eskalasi isu konflik antarmasyarakat atau kelompok yang dapat berkembang menjadi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Karena itu, personel Polri dan PNPP Polda Jambi didorong memiliki imunitas mental dan kemampuan deteksi dini yang kuat. Personel juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan perilaku, pola komunikasi, maupun aktivitas yang berpotensi mengarah pada intoleransi dan radikalisme.
“Langkah pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui deteksi, pembinaan, edukasi, dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Kasatgaswil Jambi Densus 88 AT Polri.
FGD diikuti sekitar 200 peserta yang terdiri dari Kasubbagrenmin satker jajaran, perwira menengah dan perwira pertama Polda Jambi, perwakilan Bintara Satbrimob, Dit Samapta, Dit Lantas, Bid Propam, PNPP, serta personel Biro SDM Polda Jambi.
Kegiatan tersebut juga melibatkan Biro Jianstra SSDM Polri Kombes Pol. Dr. I Nyoman Sudama, S.I.K., M.Si. Karo SDM Polda Jambi Kombes Pol. Ricko Abdillah A. Taruna, S.I.K., S.H., M.H., M.M. Kabid Propam Polda Jambi Kombes Pol. Darno, S.H., S.I.K., Ketua FKUB Provinsi Jambi Drs. H. M. Hasbi Umar, M.A., Ph.D., Wakil Ketua FKPT Provinsi Jambi Fiet Haryadi, Kementerian Agama, serta stakeholder terkait. Sinergi tersebut menjadi bagian dari strategi Polri dalam membangun daya tangkal terhadap radikalisme dan intoleransi.
Dalam sesi diskusi, Densus 88 bersama stakeholder terkait mendorong penguatan literasi digital, moderasi beragama, pembinaan personel, serta peningkatan koordinasi lintas sektoral. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah penyebaran ideologi ekstrem sekaligus menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah Jambi.
Sebagai tindak lanjut, Satgaswil Jambi Densus 88 bersama stakeholder akan meningkatkan monitoring terhadap perkembangan kelompok radikal dan eks narapidana terorisme di wilayah Jambi. Koordinasi dengan FKPT, FKUB, Kementerian Agama, Biro SDM, Bid Propam, dan unsur terkait juga akan diperkuat.
Melalui langkah tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pencegahan dan deteksi dini dalam menghadapi potensi radikalisme dan intoleransi, sekaligus membangun ketahanan masyarakat dan personel agar tidak mudah terpengaruh propaganda maupun paham ekstrem yang dapat mengancam persatuan dan keamanan.



























