SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Dalam upaya menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas di Kota Jambi, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi melalui Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) terus menggencarkan kegiatan Penerangan Keliling (Penling) yang dikemas secara humanis melalui program inovatif “Polantas Menyapa”, Senin (6/7/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 06.30 WIB tersebut dipimpin langsung oleh Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi, AKBP Dr. Novrizal, S.Sos., M.H., bersama personel Subdit Kamsel di bawah arahan Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, S.H., S.I.K., M.Si.
Dalam pelaksanaannya, personel disiagakan di sejumlah titik strategis dengan tingkat aktivitas lalu lintas yang tinggi, di antaranya Simpang Empat Talang Banjar, Simpang Empat Sulanjana, dan Simpang Tiga Bhayangkara.
Melalui pengeras suara serta pendekatan persuasif kepada masyarakat, petugas menyampaikan berbagai imbauan keselamatan berlalu lintas. Edukasi difokuskan pada pentingnya penggunaan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, pemakaian sabuk pengaman bagi pengemudi kendaraan roda empat, serta ajakan untuk senantiasa mematuhi rambu-rambu dan peraturan lalu lintas demi keselamatan bersama.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono melalui Kasubdit Kamsel AKBP Dr. Novrizal mengatakan, program “Polantas Menyapa” merupakan bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya pada jam-jam sibuk di pagi hari, untuk memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya budaya tertib berlalu lintas.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban, tetapi juga kebutuhan yang harus menjadi bagian dari budaya dan gaya hidup sehari-hari,” ujar AKBP Dr. Novirizal, S.Sos., M.H.
Selama kegiatan berlangsung, situasi arus lalu lintas di seluruh lokasi terpantau aman, tertib, lancar, dan kondusif. Kehadiran personel Ditlantas Polda Jambi melalui program “Polantas Menyapa” juga mendapat respons positif dari masyarakat yang menyambut baik pendekatan edukatif dan humanis yang dilakukan di lapangan.



























