SEKATOJAMBI.COM, TANJAB TIMUR – Identitas kerangka manusia tanpa kepala yang ditemukan di kawasan tepi pantai Desa Sungai Jambat, Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur pada Selasa (15/9/2026) masih menjadi misteri.
Polisi hingga saat ini masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa dan bagaimana kerangka itu bisa berada di kawasan tepi pantai.
Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra mengatakan, temuan tersebut tengah ditangani dan diselidiki oleh tim gabungan Polres Tanjab Timur bersama Polsek setempat.
Penyelidikan dilakukan untuk mengumpulkan informasi dan mengungkap identitas kerangka manusia yang ditemukan warga.
“Temuan kerangka manusia tersebut sedang kami selidiki. Tim gabungan Polres Tanjab Timur dan Polsek setempat masih melakukan pendalaman,” ujar AKBP Ade Chandra.
Kerangka tersebut ditemukan oleh sejumlah warga yang sedang mencari kepiting di sekitar kawasan pantai RT 21, Parit Gantung, Desa Sungai Jambat pukul 12.00 WIB.
Saat menyusuri lokasi, warga melihat sesuatu yang mencurigakan dan diduga merupakan kerangka manusia.
Temuan tersebut kemudian diberitahukan kepada warga lainnya sebelum dilaporkan kepada perangkat Desa Sungai Jambat. Informasi itu selanjutnya diteruskan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan penanganan.
Dari informasi sementara yang diperoleh di lokasi, kerangka tersebut diduga berjenis kelamin laki-laki. Namun, identitasnya hingga kini belum dapat dipastikan.
Kerangka ditemukan dalam kondisi tanpa kepala. Di sekitar lokasi juga ditemukan pakaian berupa celana panjang jenis training berwarna hitam dan sweater lengan panjang berwarna biru.
Dua warga Desa Sungai Jambat menjadi saksi awal penemuan kerangka tersebut. Keduanya saat itu sedang mencari kepiting di kawasan tepi pantai.
Petugas kemudian melakukan penanganan di lokasi dan mengevakuasi kerangka untuk kepentingan pemeriksaan serta proses identifikasi lebih lanjut.
Di tengah proses identifikasi, muncul informasi mengenai adanya keluarga yang beberapa bulan lalu melaporkan salah seorang anggota keluarganya yang bekerja di kapal tanker dan kemudian dinyatakan hilang.
Namun, sejauh ini belum ada kepastian bahwa kerangka yang ditemukan di Desa Sungai Jambat merupakan anggota keluarga tersebut.
Camat Sadu Arief Kurniawan Pratama mengatakan pihaknya masih menunggu pihak keluarga untuk mencocokkan sejumlah ciri yang ditemukan di sekitar kerangka dengan ciri-ciri orang yang sebelumnya dilaporkan hilang.
“Kami dapat informasi, beberapa bulan yang lalu ada keluarga yang melaporkan terkait keluarga yang bekerja di salah satu kapal tangker hilang. Jadi kami masih menunggu pihak keluarga tersebut, untuk memastikan ciri-ciri yang ada di dekat kerangka yang ditemukan ini apakah sama dengan ciri-ciri yang dikenakan oleh keluarganya yang dilaporkan hilang tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, pencocokan tersebut masih sebatas upaya awal dan belum dapat menjadi dasar untuk memastikan identitas korban.
Proses identifikasi menjadi salah satu fokus penanganan polisi. Kerangka manusia tersebut rencananya dibawa ke Puskesmas Nipah Panjang untuk menjalani pemeriksaan awal.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari saksi dan informasi lain yang dapat membantu mengungkap identitas korban.
Penyelidikan juga diperlukan untuk mengetahui lebih jauh bagaimana kerangka tersebut bisa ditemukan di kawasan tepi pantai Desa Sungai Jambat.
Sampai saat ini, belum ada kesimpulan mengenai identitas korban maupun penyebab kerangka tersebut berada di lokasi.
Kapolres Tanjab Timur AKBP Ade Chandra menegaskan, proses penyelidikan masih berjalan. Tim gabungan Polres Tanjab Timur dan Polsek setempat akan melakukan pendalaman terhadap temuan tersebut.

























