SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Dinas Sosial Kota Jambi menggelar razia gelandangan dan pengemis (gepeng) di sejumlah titik pusat kota, Minggu (01/03/2026).
Dalam operasi tersebut, sebanyak 32 orang berhasil diamankan dari kawasan lampu merah dan titik-titik keramaian.
Razia diawali di simpang empat lampu merah Pasar Jambi. Saat petugas tiba di lokasi, sejumlah gelandangan dan pengamen berlarian menghindari petugas.
“Beberapa di antaranya langsung kabur karena sudah mengenali mobil dinas sosial. Mereka larinya sangat kencang sehingga tidak semuanya bisa terkejar,” ujar Kepala Dinas Sosial Kota Jambi, Yunita Indrawati.
Petugas kemudian menyisir kawasan lain, termasuk lampu merah dekat Museum Rakyat Jambi.
Di lokasi tersebut, seorang pria yang menjajakan tisu berhasil diamankan dan dibawa ke kantor Dinsos untuk didata dan diberikan pembinaan.
Selain itu, petugas juga mengamankan seorang pria berkostum badut yang membawa seorang anak perempuan untuk mengemis di persimpangan lampu merah.
Di titik berbeda, ditemukan seorang ibu membawa empat anak kecil sambil mencari barang rongsokan menggunakan gerobak.
Dari hasil razia, Dinsos mencatat terdapat lima kepala keluarga (KK) dengan total 13 orang.
Jumlah itu ditambah 19 orang lainnya yang sebelumnya telah diamankan dalam operasi terdahulu.
“Jadi total ada 32 orang gelandangan dan pengemis yang kami amankan. Di antaranya ada anak-anak juga yang ikut terjaring,” kata Yunita.
Seluruhnya telah didata dan diberikan pembinaan sebelum dipulangkan ke rumah masing-masing.
Dinsos memastikan tetap melakukan pemantauan lanjutan untuk mencegah mereka kembali turun ke jalan.
Dalam proses pengantaran, petugas juga menemukan alamat yang tidak sesuai dengan KTP.
Penanganan lebih lanjut diserahkan kepada ketua RT setempat untuk dilakukan penelusuran.
“Sebagian besar warga Kota Jambi, namun ada juga satu orang warga Muaro Jambi yang terjaring,” jelasnya.
Memasuki bulan Ramadan, Yunita mengakui terjadi peningkatan jumlah gepeng meski tidak signifikan.
Ia menilai kebiasaan masyarakat yang kerap memberi uang di jalan turut memengaruhi keberlangsungan praktik tersebut.
“Kalau kita lihat, mereka ini sering diberi oleh masyarakat sehingga menjadi terbiasa. Akhirnya mentalnya selalu meminta,” ujarnya.
Dinsos Kota Jambi mengimbau masyarakat untuk menyalurkan bantuan melalui lembaga resmi agar penanganan kemiskinan dan perlindungan anak dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran, terutama menjelang Idul Fitri.
































