SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Sudah lebih dari sepekan, Pemerintah Daerah masih menunggu hasil uji laboratorium untuk memastikan penyebab utama keracunan massal usai program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi.
Ratusan siswa, guru, hingga balita sebelumnya dilaporkan mengalami mual, muntah, dan pusing hingga harus dilarikan ke rumah sakit setelah menyantap makanan yang disediakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti pada Jumat (30/1/2026) lalu.
Sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan telah dikirim ke laboratorium tingkat provinsi. Namun hingga kini, hasilnya belum keluar.
Sekretaris Daerah Muaro Jambi Budhi Hartono mengaku belum menerima laporan resmi dari tim pemeriksa.
“Saya belum menerima hasilnya. Yang memeriksa dari provinsi. Mungkin dalam waktu dekat ini keluar,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Menurut Budhi, hasil uji tersebut penting untuk mengetahui sumber masalah, apakah disebabkan kontaminasi bakteri, kesalahan pengolahan, atau cemaran bahan baku.
“Nanti kita lihat dimana letak masalahnya, akibat bakteri apa, kemudian tercemar di bahan pokok yang mana. Kita belum dapat laporan. Nanti coba tanyakan ke dinas, karena yang berhubungan langsung Dinas Kesehatan,” tuturnya.



























