SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Ketersediaan hewan kurban di Kabupaten Muaro Jambi dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Pemerintah daerah melalui Dinas Perkebunan dan Peternakan juga memperketat pengawasan guna mengantisipasi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak.
Kabid Peternakan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muaro Jambi, Munjiri mengatakan, berdasarkan pendataan dari 28 pedagang hewan kurban, jumlah stok yang tersedia mencapai lebih dari enam ribu ekor.
“Untuk stok sapi saat ini sebanyak 3.059 ekor, kerbau 496 ekor, kambing 2.827 ekor dan domba 116 ekor,” ujarnya.
Menurutnya, jumlah tersebut diperkirakan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Muaro Jambi pada momentum Idul Adha tahun ini. Pasalnya, kebutuhan hewan kurban diprediksi hanya berkisar antara 1.500 hingga 2.000 ekor.
Selain memastikan ketersediaan stok, pemerintah daerah juga meningkatkan pengawasan kesehatan hewan kurban, khususnya hewan yang masuk dari luar daerah. Seluruh hewan diwajibkan memiliki surat keterangan kesehatan hewan sebelum diperjualbelikan di wilayah Muaro Jambi.
Ia menegaskan, hingga saat ini pihaknya belum menemukan adanya kasus PMK pada hewan kurban di Kabupaten Muaro Jambi. Meski demikian, langkah antisipasi terus dilakukan melalui vaksinasi dan pemberian vitamin kepada hewan ternak.
“Sejauh ini belum ada laporan ataupun temuan PMK pada hewan kurban. Namun vaksinasi dan pemberian vitamin terus kami lakukan sebagai langkah pencegahan,” katanya.
Masyarakat yang hendak membeli hewan kurban juga diimbau agar lebih teliti dalam memilih ternak. Selain memenuhi syariat kurban, hewan yang dipilih harus dalam kondisi sehat, aktif dan memiliki tanda-tanda fisik yang baik.
































