SEKATOJAMBI.COM, TANJABTIM – Upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas di Jambi kini menyasar titik paling strategis: generasi muda. Ditlantas Polda Jambi melalui program “Polantas Menyapa” turun langsung ke Bumi Perkemahan Cadika, Kwarcab Tanjung Jabung Timur, Kamis (16/4/2026), membekali ratusan pelajar dengan pemahaman keselamatan berkendara yang aplikatif.
Kegiatan yang dipimpin Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi AKBP Dr. Novrizal, S.Sos., M.H., itu melibatkan siswa kelas 10 dan 11 yang tergabung dalam Pramuka Saka Bhayangkara. Di tengah suasana perkemahan yang semula tenang, kehadiran personel Polantas mengubah atmosfer menjadi lebih hidup dan interaktif.
Dalam amanat Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol. Adi Benny Cahyono yang dibacakan Novrizal, ditegaskan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam menekan fatalitas kecelakaan di jalan raya. Mereka tidak lagi diposisikan sebagai pengguna pasif, melainkan bagian dari solusi.
“Kalian adalah perpanjangan tangan Polri. Disiplin yang dipelajari di Pramuka harus tercermin saat berada di jalan raya,” ujar Novrizal di hadapan peserta.
Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada penyampaian teori. Selain pengenalan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, peserta juga dibekali praktik safety riding yang menekankan aspek keselamatan diri dan pengguna jalan lain.
Para anggota Saka Bhayangkara turut dilatih 12 gerakan pengaturan lalu lintas. Latihan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari pembentukan refleks kedisiplinan dan kesiapsiagaan saat mereka terlibat dalam kegiatan pengaturan di lingkungan sekolah maupun kepramukaan.
Ketua Kwarcab Tanjung Jabung Timur, Ulfi Rahmad, S.TP., menilai kehadiran langsung aparat lalu lintas memberi dampak psikologis yang kuat bagi para pelajar. Edukasi yang disampaikan oleh praktisi di lapangan dinilai lebih mudah diterima dan membekas.
Interaksi semakin cair saat sesi tanya jawab dibuka. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan, sementara suasana semakin hangat dengan pembagian doorprize bagi mereka yang mampu menjawab kuis seputar aturan lalu lintas.
Di balik pendekatan yang komunikatif, tersimpan tujuan yang lebih mendasar: membangun relasi emosional antara Polri dan generasi muda. Polantas ingin menghapus jarak, menegaskan bahwa kehadiran polisi lalu lintas bukan untuk ditakuti, melainkan sebagai mitra dalam menciptakan keamanan bersama.
Kegiatan ditutup dengan foto bersama dan deklarasi komitmen para peserta sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas. Semangat yang terbangun di Bumi Perkemahan Cadika diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni, melainkan menjalar ke lingkungan keluarga dan pergaulan mereka.
Program ini menjadi sinyal bahwa edukasi keselamatan lalu lintas tidak lagi bisa bersifat seremonial. Dibutuhkan pendekatan langsung, berkelanjutan, dan menyasar generasi muda sebagai agen perubahan untuk memutus mata rantai kecelakaan di jalan raya.






























