SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Direktorat Lalu Lintas Polda Jambi kembali melaksanakan kegiatan Polantas Menyapa melalui program Patroli Udara Siginjai di Radio RRI Pro 2 FM Jambi sebagai upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat terhadap keselamatan berlalu lintas, Rabu (28/01/2026).
Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB tersebut menghadirkan narasumber dari Subdit Gakkum Ditlantas Polda Jambi, yakni Kompol Sandy Mutaqqin Pranayudha, S.Ik., M.H., Kompol Tesmirizal, S.H., M.H., serta AKP Joko Wibowo, S.H., M.H. dengan topik Evaluasi Data Kecelakaan Lalu Lintas Polda Jambi dan Jajaran.
Dalam siaran tersebut, tim Subdit Gakkum memaparkan data statistik kecelakaan lalu lintas di Provinsi Jambi periode 2024–2025 yang menunjukkan adanya tren peningkatan angka kecelakaan.
Disampaikan bahwa korban kecelakaan didominasi oleh usia produktif 15–29 tahun, termasuk kalangan pelajar, serta masih tingginya keterlibatan pengendara tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Jambi Kompol Sandy Mutaqqin Pranayudha menjelaskan bahwa faktor manusia (human error) masih menjadi penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas.
Perilaku tidak disiplin, kurang konsentrasi, serta kondisi fisik dan mental yang tidak siap saat berkendara menjadi pemicu dominan terjadinya insiden di jalan raya.
Dirlantas Polda Jambi Kombes Pol Adi Benny Cahyono, S.H., S.I,K., M.Si. turut menegaskan bahwa dampak kecelakaan lalu lintas tidak hanya menimbulkan kerugian materiil, namun juga menyebabkan hilangnya aset bangsa, karena banyak korban berasal dari generasi muda yang seharusnya menjadi Generasi Emas di masa mendatang.
Sementara itu, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Jambi AKBP Dr. Novrizal, S.Sos., M.H. menyampaikan bahwa program Patroli Udara Siginjai akan terus berlanjut dengan menghadirkan narasumber secara bergantian sesuai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) masing-masing satuan, sebagai sarana edukasi dan komunikasi publik.
Melalui siaran ini, Ditlantas Polda Jambi mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kedisiplinan berlalu lintas, memastikan kondisi tubuh dalam keadaan sadar dan sehat saat berkendara, serta menumbuhkan budaya saling menghargai antar pengguna jalan sebagai bagian dari kearifan lokal masyarakat Jambi dan Indonesia secara umum.


























