SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kepolisian Daerah (Polda) Jambi mulai mematangkan skema pengamanan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri 1447 Hijriah melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral Operasi Ketupat 2026 yang digelar di Aula Lantai 3 Gedung Siginjai Polda Jambi, Jumat (6/3/2026).
Rakor yang dipimpin langsung Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar itu mempertemukan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, serta jajaran pejabat utama Polda Jambi guna menyusun strategi terpadu menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama musim mudik.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Gubernur Jambi Drs. H. Abdullah Sani, Wakapolda Jambi Brigjen Pol B. Ali, Irwasda Polda Jambi Kombes Pol Jannus Parlindungan Siregar, perwakilan Danrem 042/Gapu melalui Kasiops Korem Kolonel Inf Wahyu Alfian Arisandi, Dandenpom II/2 Jambi Letkol Cpm Deka Piro Sandira, Kasatgaswil Densus 88 Jambi Kombes Pol Beri Diatra, para Kapolres jajaran, kepala OPD Provinsi Jambi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Dalam arahannya, Kapolda Jambi menegaskan bahwa rakor lintas sektoral ini merupakan langkah awal untuk menyamakan persepsi seluruh pihak sekaligus merumuskan langkah pengamanan yang bersifat prediktif dan solutif.
Menurutnya, Idul Fitri tidak lagi sekadar momentum ibadah dan perayaan keagamaan, tetapi telah berkembang menjadi tradisi sosial masyarakat yang memicu peningkatan mobilitas dalam skala besar, terutama saat arus mudik dan arus balik.
“Melalui rapat koordinasi ini kita menyamakan persepsi dan menyusun strategi yang bersifat prediktif serta solutif guna mengantisipasi berbagai kendala di lapangan dalam pengamanan Idul Fitri tahun 2026,” ujar Kapolda Jambi.
Irjen Pol Krisno juga mengingatkan bahwa meningkatnya pergerakan masyarakat berpotensi memunculkan sejumlah persoalan di lapangan, mulai dari kemacetan lalu lintas hingga gangguan keamanan.
“Meningkatnya mobilitas masyarakat untuk mudik maupun rekreasi berpotensi menimbulkan kemacetan, kecelakaan lalu lintas, kelangkaan BBM, hingga peningkatan kejahatan konvensional seperti curat, curas dan curanmor,” jelasnya.
Selain aspek keamanan, Kapolda juga menyoroti pentingnya stabilitas pasokan bahan pokok dan bahan bakar minyak selama Ramadhan hingga Idul Fitri. Ia menekankan bahwa pengawasan distribusi serta pengendalian harga harus dilakukan secara terkoordinasi antarinstansi.
Kapolda menegaskan bahwa Operasi Ketupat bukan sekadar agenda rutin menjelang Idul Fitri, melainkan operasi pelayanan yang berlangsung sepanjang bulan Ramadhan hingga aktivitas masyarakat kembali normal.
“Ops Ketupat bukan hanya operasi menjelang Idul Fitri, namun merupakan operasi pelayanan selama bulan suci Ramadhan secara utuh hingga masyarakat kembali beraktivitas normal setelah Idul Fitri,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan transportasi guna memastikan kelancaran arus mudik di wilayah Provinsi Jambi.
Ia juga mengingatkan bahwa faktor cuaca dan kondisi iklim harus menjadi perhatian serius dalam perencanaan pengamanan dan pengaturan lalu lintas.
“Kita juga harus mengantisipasi faktor iklim dan cuaca yang dapat mempengaruhi kelancaran arus lalu lintas serta berpotensi mengganggu keselamatan masyarakat selama arus mudik,” ujarnya.
Dukungan terhadap pengamanan Operasi Ketupat 2026 juga disampaikan pihak TNI. Perwakilan Korem 042/Gapu melalui Kasiops Kolonel Inf Wahyu Alfian Arisandi menegaskan kesiapan TNI untuk bersinergi dengan Polri dalam menjaga keamanan jalur mudik.
“TNI siap mendukung Polri dalam melaksanakan pengamanan di lapangan, termasuk patroli dan pengamanan jalur transportasi arus mudik di wilayah Jambi,” katanya.
Dalam forum tersebut, sejumlah instansi juga memaparkan kesiapan masing-masing menghadapi Operasi Ketupat 2026. Paparan disampaikan antara lain oleh Dinas PUPR Provinsi Jambi, Dinas Perhubungan, Kantor Wilayah Kementerian Agama, Pertamina Jambi, serta BMKG Provinsi Jambi.
Selain itu, jajaran internal Polda Jambi seperti Direktorat Intelkam, Direktorat Lalu Lintas, dan Biro Operasi turut memaparkan analisis situasi serta rencana teknis pengamanan yang akan diterapkan selama periode Ramadhan hingga Idul Fitri.
Kapolda Jambi Irjen Pol Krisno H. Siregar melalui Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Erlan Munaji menegaskan bahwa rakor lintas sektoral ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi seluruh pemangku kepentingan.
“Rapat koordinasi lintas sektoral ini merupakan langkah awal untuk memperkuat sinergi seluruh pihak agar pengamanan Ramadhan dan Idul Fitri melalui Operasi Ketupat 2026 di wilayah Jambi dapat berjalan aman, lancar dan kondusif,” ujar Erlan.
Dengan koordinasi lintas sektor yang telah disiapkan sejak dini, Polda Jambi berharap pengamanan Ramadhan hingga Idul Fitri tahun ini dapat berjalan lebih efektif, sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat yang akan menjalankan tradisi mudik maupun aktivitas ibadah selama bulan suci.
































