SEKATOJAMBI.COM, SAROLANGUN – Personel Polsek Pauh, Polres Sarolangun, bersama tim Karhutla PT Alam Lestari Nusantara (ALN) berjibaku memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tiga lokasi dalam areal konsesi perusahaan di Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Rabu (16/9/2026).
Upaya pemadaman dipimpin langsung oleh Kapolsek Pauh IPTU Hans Simangunsong, S.H., setelah pihaknya menerima informasi terkait terjadinya kebakaran. Personel kepolisian bersama tim Karhutla PT ALN langsung melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi.
Berdasarkan hasil pengecekan, kebakaran terjadi di tiga lokasi dengan total luas lahan terbakar diperkirakan mencapai sekitar 10 hektare. Rinciannya, Afdeling 9 seluas kurang lebih 6 hektare, Afdeling 3 sekitar 2 hektare, dan Afdeling 2 sekitar 2 hektare.
Kebakaran diketahui mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Kondisi lokasi yang berada jauh di dalam kawasan hutan menjadi tantangan tersendiri bagi tim pemadam. Perjalanan dari Pauh menuju areal PT ALN membutuhkan waktu sekitar tiga jam, sementara dari mess perusahaan menuju titik kebakaran ditempuh sekitar dua jam.
Dengan medan yang sulit, personel menggunakan kendaraan roda empat, roda dua, hingga berjalan kaki untuk mencapai lokasi. Alat berat turut dikerahkan guna membuka akses jalan sehingga personel dan peralatan pemadaman dapat masuk menuju titik api.
Personel Polsek Pauh tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB dan langsung berkoordinasi dengan tim Karhutla PT ALN untuk melaksanakan pemadaman. Upaya dilakukan melalui penyiraman, pendinginan, serta pembuatan sekat atau isolasi menggunakan alat berat guna memutus penyebaran api agar tidak merembet ke areal lainnya.
Setelah berlangsung selama beberapa jam, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB. Meski api telah dinyatakan padam, tim tetap melakukan pendinginan dan pemantauan untuk memastikan tidak terdapat bara maupun titik api yang kembali menyala.
Kegiatan penanganan dilanjutkan pada Kamis (17/9/2026). Kapolsek Pauh IPTU Hans Simangunsong, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Aiptu T. Putra Azis melaksanakan patroli sambang sekaligus mengecek proses pendinginan di Afdeling III PT ALN, Desa Sepintun.
Dalam kegiatan tersebut, Kapolsek bersama tim patroli PT ALN memantau titik hotspot serta penyekatan yang telah dibuat untuk memastikan sisa bara api tidak kembali menyebar. Pendinginan terus dilakukan hingga kondisi lokasi dipastikan tidak lagi mengeluarkan asap.
Sebelumnya, Kapolsek Pauh bersama pihak manajemen PT ALN juga melaksanakan apel siaga untuk mengecek kesiapan personel dan peralatan. Tim kemudian bergerak menuju lokasi guna melaksanakan pemadaman, pendinginan, serta pembuatan sekat menggunakan alat berat berupa grader dan beko loader.
Dalam penanganan Karhutla tersebut, PT ALN mengerahkan berbagai peralatan pendukung, di antaranya satu unit drone pemantau, lima unit mobil angkut, dua unit alat berat, 10 unit sepeda motor, empat unit mesin ministrike, satu unit mesin watermax, dua selang hisap, empat nozzle, satu Y connector, serta satu unit peralatan P3K.
Kapolsek Pauh IPTU Hans Simangunsong, S.H., mengatakan bahwa penyebab kebakaran di tiga lokasi tersebut masih dalam proses penyelidikan. Pihak kepolisian masih melakukan pengecekan dan pengumpulan informasi di lapangan untuk mengetahui sumber serta penyebab munculnya api.
“Penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Kami bersama pihak manajemen PT ALN terus melakukan koordinasi dan konsolidasi untuk memastikan penanganan Karhutla berjalan optimal,” ujar IPTU Hans Simangunsong.
Ia menambahkan, koordinasi dengan BPBD Provinsi Jambi juga dilakukan sebagai langkah antisipasi dan dukungan penanganan, termasuk kemungkinan pelaksanaan water bombing apabila diperlukan.
Berdasarkan hasil penanganan selama dua hari, yakni 15 dan 16 September 2026, luas lahan yang terdampak Karhutla di areal tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare, dengan rincian sekitar 20 hektare pada 15 September dan 10 hektare pada 16 September 2026.
Kapolsek Pauh mengimbau pihak perusahaan dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Karhutla serta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan.
“Masyarakat apabila menemukan titik api atau kejadian Karhutla agar segera melaporkannya kepada pihak kepolisian sehingga dapat ditangani dengan cepat. Layanan Polisi 110 dapat digunakan secara gratis apabila membutuhkan bantuan kepolisian,” pungkas Kapolsek Pauh.



























