SEKATOJAMBI.COM, SAROLANGUN – Sejumlah massa menggelar aksi damai di depan Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Sarolangun terkait masih maraknya aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah mereka pada Kamis (26/2/2026), sekitar pukul 11.00 WIB.
Para pendemo mempertanyakan kinerja Polres Sarolangun dalam penanganan aktifitas PETI yang terus marak dan memakan korban jiwa.
“Tidak mungkin Polisi tidak tahu ada aktifitas PETI di Wilayah Sarolangun, bahkan, aktifitas tambang emas ilegal ini menggunakan alat berat (Excavator), dengan jumlah puluhan bahkan ratusan alat berat,” tutur pendemo.
Selain itu, para pendemo juga menuding pihak kepolisian terkesan melakukan pembiaran dalam penegakan hukum tambang ilegal dengan menggunakan alat berat (excavator) di Kabupaten Sarolangun.
“Kami menilai, seakan terjadi pembiaran adanya aktifitas PETI di Sarolangun. Kami tidak benci Polisi, tapi kami minta ada nya aksi nyata dari pihak kepolisian dalam memberantas aktifitas PETI,” ungkapnya.
Selanjutnya, para pendemo juga meminta Polres sarolangun menjelaskan status pemilik tambang, yang memiliki alat berat memakan korban jiwa akibat aktifitas PETI di Sarolangun.
“Sudah banyak korban jiwa karna aktifitas PETI di Sarolangun ini, bagaimana dengan status pemilik tambang ilegal, sampai sekarang tidak ada kejelasan,” ujarnya.
Usai menyampaikan orasinya, para pendemo langsung meninggalkan lokasi tanpa harus menunggu jawaban dan tanggapan dari pihak Polres Sarolangun.































