SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Jambi memanfaatkan momentum Hari Bakti Pemasyarakatan (HBP) ke-62 dengan menggelar bazar dan senam bersama, Jumat (10/04). Kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya konkret memperkuat sinergi sekaligus membuka ruang publik bagi karya warga binaan.
Acara yang berlangsung meriah itu dihadiri Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Kepala Kanwil Ditjenim Jambi, pejabat struktural dari Kanwil Kemenkum dan Kemenham Jambi, para Kepala UPT Pemasyarakatan se-Jambi, hingga seluruh pegawai di lingkungan Ditjenpas setempat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti antusias oleh seluruh peserta. Selain menjaga kebugaran fisik, kegiatan ini menjadi medium mencairkan sekat birokrasi dan mempererat relasi antarinstansi yang selama ini terlibat dalam pembinaan pemasyarakatan.
Usai senam, perhatian beralih ke deretan stand bazar yang menampilkan hasil karya warga binaan. Beragam produk dipamerkan, mulai dari kerajinan tangan, makanan olahan, hingga produk kreatif lain yang mencerminkan proses pembinaan kemandirian di dalam lembaga pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Jambi, Irwan, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar perayaan tahunan. Menurutnya, bazar menjadi jembatan penting antara hasil pembinaan di dalam lapas dengan masyarakat luas.
“Kegiatan ini bukan hanya ajang silaturahmi dan menjaga kesehatan, tetapi juga menjadi wadah untuk menunjukkan bahwa warga binaan mampu berkarya dan menghasilkan produk yang bernilai,” ujar Irwan.
Ia berharap, melalui eksposur langsung kepada publik, produk warga binaan tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki peluang berkembang secara ekonomi.
Apresiasi juga datang dari Kepala Kanwil Ditjenim Jambi, Petrus. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kolaborasi lintas instansi sekaligus mendukung program pembinaan yang lebih produktif.
“Kegiatan ini sangat positif dalam memperkuat sinergi antarinstansi sekaligus memberikan dukungan nyata terhadap pembinaan warga binaan. Harapannya, hasil karya yang ditampilkan dapat terus berkembang dan memiliki daya saing,” kata Petrus.
Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat. Atmosfer kebersamaan yang tercipta menjadi refleksi komitmen jajaran pemasyarakatan di Jambi dalam mendorong pendekatan pembinaan yang lebih humanis, produktif, dan berorientasi pada reintegrasi sosial.































