SEKATOJAMBI.COM, MERANGIN – Genap satu tahun masa kepemimpinan Bupati Merangin Muhammad Syukur bersama Wakil Bupati Abdul Khafid, sejak resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Dalam kurun waktu 12 bulan pertama, duet kepemimpinan Syukur–Khafid fokus meletakkan fondasi pembangunan melalui visi “Merangin Baru” (Berdaya Saing, Akuntabel, Reformis, dan Unggul) dengan prioritas pada reformasi birokrasi, penataan aparatur, peningkatan pelayanan publik, serta percepatan pembangunan infrastruktur.
Visi “Merangin Baru 2030”
Pemerintahan Syukur–Khafid mengusung visi Merangin Baru 2030 yang dibangun melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan seluruh elemen masyarakat.
Visi tersebut ditopang empat aksi besar pembangunan yang menitikberatkan pada:
• Pengembangan sumber daya manusia unggul,
• Pelestarian nilai budaya,
• Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan,
• Pembangunan ekonomi berkelanjutan.
Pengembangan SDM menjadi prioritas utama dengan pendekatan holistik melalui sektor pendidikan, budaya, dan kesehatan masyarakat.
Reformasi Birokrasi dan Penataan Aparatur
Langkah awal reformasi birokrasi diwujudkan melalui penataan pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merangin.
Pada 1 September 2025, Bupati Muhammad Syukur melantik 15 pejabat tinggi pratama (Eselon II) berdasarkan kompetensi dan kesesuaian bidang kerja. Selanjutnya, pada 30 Januari 2026 kembali dilakukan pelantikan delapan pejabat Eselon II hasil seleksi terbuka jabatan.
Kebijakan ini menekankan profesionalitas aparatur serta meninggalkan ego sektoral demi peningkatan kinerja pemerintahan.
Selain itu, Pemkab Merangin juga menuntaskan persoalan tenaga honorer melalui pelantikan 3.478 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu pada akhir Desember 2025. Kebijakan ini menjadi solusi atas persoalan status tenaga honorer yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Kebijakan Lingkungan dan Sosial
Pemerintahan Syukur–Khafid turut menaruh perhatian pada isu lingkungan hidup dengan mengedepankan prinsip ekonomi hijau.
Penataan kawasan Kota Bangko dilakukan melalui pembangunan taman kota, peningkatan kebersihan lingkungan, serta pembangunan fasilitas penampungan sampah terpadu. Program “Perangi Sampah” juga digalakkan secara masif.
Bahkan, Bupati Muhammad Syukur secara pribadi menyumbangkan enam bulan gajinya untuk mendukung program kebersihan tersebut. Upaya ini mulai menunjukkan hasil dengan wajah Kota Bangko yang semakin tertata, bersih, dan asri.
Pariwisata Bangkit dan Raih Penghargaan Nasional
Di sektor pariwisata, berbagai objek wisata yang sebelumnya terbengkalai kembali dihidupkan. Kawasan Arboretum Dusun Mudo direvitalisasi melalui pembangunan akses jalan, rehabilitasi kandang rusa, serta perbaikan fasilitas wisata lainnya.
Hasilnya, sektor pariwisata Merangin kembali mendapat perhatian nasional. Melalui destinasi Farenza Garden, Kabupaten Merangin berhasil meraih Anugerah Pesona Indonesia (API) Awards 2025 kategori Destinasi Objek Wisata Kreatif yang diterima langsung oleh Wakil Bupati Abdul Khafid.
Peningkatan Kualitas Pendidikan
Komitmen terhadap dunia pendidikan diwujudkan melalui pengalokasian anggaran lebih dari Rp1,3 miliar pada perubahan APBD 2025 untuk pengadaan seragam sekolah gratis bagi 1.700 siswa SD dan SMP dari keluarga kurang mampu.
Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.
Pemerintah daerah juga memberikan apresiasi kepada Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) berprestasi sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM pendidikan di Kabupaten Merangin.
Penguatan Layanan Kesehatan
Pada Tahun Anggaran 2026, Pemkab Merangin meningkatkan cakupan program Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) bagi masyarakat kurang mampu menjadi 38.748 jiwa, meningkat 10.033 jiwa dibandingkan tahun sebelumnya yang berjumlah 28.715 jiwa.
Program ini memastikan masyarakat yang belum terdaftar dalam BPJS Kesehatan tetap memperoleh layanan kesehatan yang layak dan merata.
Perbaikan Infrastruktur dan Akses Transportasi
Di tengah keterbatasan fiskal daerah, pembangunan infrastruktur tetap menjadi prioritas utama. Sejumlah ruas jalan penghubung desa menuju ibu kota kabupaten mulai diperbaiki.
Perbaikan juga dilakukan pada ruas jalan dalam Kota Bangko, termasuk akses dari Jembatan Layang menuju RSUD Kolonel Abunjani dan SMP Negeri 4 yang sebelumnya rusak parah. Kini jalur tersebut telah mulus dan meningkatkan kenyamanan serta mobilitas masyarakat.
Tahun Pertama sebagai Fondasi Pembangunan
Meski berbagai capaian telah diraih, Pemerintah Kabupaten Merangin mengakui masih terdapat tantangan dalam memaksimalkan potensi daerah.
“Tahun pertama ini adalah fondasi. Kami menyadari masih banyak yang perlu diperbaiki, namun dengan komitmen dan sinergi, Merangin Baru akan terus berprogres,” ujar Bupati Muhammad Syukur dalam berbagai kesempatan.
Setahun kepemimpinan Syukur–Khafid dinilai telah menghadirkan warna baru pembangunan di Bumi Tali Undang Tambang Teliti. Dengan fondasi yang telah dibangun, Kabupaten Merangin optimistis mampu berdiri sejajar bahkan melampaui daerah lain di Provinsi Jambi dalam lima tahun ke depan. (Sekatojambi.com/Noval)
































