SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Lingkungan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas II B Jambi yang dinamis dan memiliki risiko tinggi menuntut kesiapan mental yang matang bagi siapa saja yang beraktivitas di dalamnya. Hal inilah yang menjadi fokus utama dalam proses seleksi wawancara bagi calon pegawai magang dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sebelum resmi bertugas di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Senin (03/08/2026).
Berbeda dengan penerimaan magang di instansi pemerintah atau perusahaan pada umumnya, tahap seleksi di dalam Lapas tidak hanya mengukur kompetensi teknis, tetapi juga menitikberatkan pada aspek psikologis, integritas, dan pemahaman dasar mengenai standar keamanan.
Sebanyak 17 calon pegawai magang yang direncanakan untuk membantu program di dalam Lapas seperti pembinaan kemandirian bidang kegiatan kerja, pembinaan kepribadian warga binaan, serta bidang administratif maupun teknis lainnya, harus melewati tahapan wawancara tatap muka langsung dengan tim Assessor dan Pejabat Struktural Lapas.
Kepala Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi, Meita Eriza menegaskan bahwa tahapan wawancara ini sama sekali bukan sekadar formalitas administratif. “Bekerja atau magang di dalam Lapas sangat berbeda dengan di perkantoran biasa. Para peserta magang ini nantinya akan berinteraksi langsung dengan warga binaan setiap hari. Kami harus memastikan secara presisi bahwa mereka memiliki stabilitas emosi, tidak mudah terpengaruh, menjunjung tinggi kode etik, serta memahami batasan keamanan,” ujar Kalapas seusai meninjau pelaksanaan wawancara.
Selama proses wawancara, para kandidat dihadapkan pada berbagai studi kasus (situational judgement test) mengenai dinamika di dalam Lapas. Mereka dicecar pertanyaan seputar bagaimana menghadapi warga binaan hingga cara menjaga profesionalitas saat berinteraksi dengan narapidana. (Sekatojambi.com/Noval)



























