SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Pemudik yang melintas dari Jambi menuju Palembang diimbau untuk menunda perjalanan sementara waktu, menyusul kemacetan parah yang terjadi di Jalan Lintas Timur Sumatera Palembang-Jambi, tepatnya di Km 172 Desa Sinar Tungkal, Kecamatan Tungkal Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Kondisi tersebut dilaporkan berlangsung sejak Minggu (15/3/2026) malam hingga menyebabkan arus lalu lintas sempat lumpuh total.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jambi, Adi Benny Cahyono, mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan kepolisian di wilayah Sumatera Selatan, khususnya di daerah perbatasan Bayung Lencir.
“Kita sudah koordinasi sejak awal dengan Sumsel, khususnya wilayah perbatasan Bayung Lencir dan Polres Banyuasin,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Adi Benny menjelaskan bahwa kemacetan panjang tersebut dipicu oleh kecelakaan lalu lintas yang melibatkan kendaraan besar di jalur utama penghubung Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi.
Akibat kecelakaan tersebut, badan jalan sempat tertutup kendaraan yang terlibat sehingga arus lalu lintas dari dua arah tidak dapat melintas.
Selain faktor kecelakaan, kepadatan kendaraan di jalur tersebut juga turut memperparah kondisi lalu lintas.
Dirlantas Polda Jambi juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi terkait penerapan kebijakan pembatasan kendaraan sumbu tiga sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) tiga menteri.
“Kita sudah koordinasi sejak awal untuk SKB tiga menteri, kendaraan sumbu tiga tidak diperbolehkan melintas,” jelasnya.
Polda Jambi telah menginstruksikan seluruh jajaran kepolisian di wilayah Jambi untuk memberikan imbauan kepada pengendara yang hendak menuju Palembang.
“Sementara terjadi kepadatan, kami dari Jambi sudah melakukan imbauan ke seluruh Polres. Jadi bagi pengemudi yang menuju arah Palembang kami sampaikan bahwa saat ini kondisi jalan sedang padat, sehingga sementara agar tidak melalui jalan tersebut,” tuturnya.
Ia menambahkan bahwa hingga saat ini tidak tersedia jalur alternatif karena Jalintim merupakan jalur utama dan satu-satunya yang menghubungkan wilayah tersebut.
Karena itu, pihak kepolisian saat ini fokus memberikan imbauan kepada pemudik agar menunda perjalanan guna menghindari penumpukan kendaraan lebih parah, sementara proses peleraian arus lalu lintas terus dilakukan di lokasi kejadian.
































