SEKATOJAMBI.COM, SAROLANGUN – Tingginya aktivitas kunjungan pada Hari Raya Idulfitri 1447 H di Lapas Sarolangun beberapa hari lalu menimbulkan risiko terhadap keamanan, ketertiban, dan layanan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Arus pengunjung yang padat dan pengeluaran WBP dalam jumlah besar berpotensi masuknya barang terlarang, meningkatnya interaksi antar warga binaan, serta pelanggaran tata tertib di blok hunian.
Untuk menstabilkan situasi pasca lebaran, Kepala Lapas Kelas IIB Sarolangun, Ibnu Faizal, bersama jajaran melakukan langkah antisipatif dan preventif terukur guna memastikan kesiapan petugas serta kelancaran layanan. Kegiatan ini berlangsung Kamis (27/3/2026) dan menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan internal lapas.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah penggeledahan kamar hunian WBP secara insidentil maupun terjadwal oleh Satuan Operasional Kepatuhan Internal Pemasyarakatan. Razia ini bertujuan memastikan blok hunian steril dari barang terlarang dan potensi gangguan keamanan.
Selain itu, Kalapas secara aktif turun ke lapangan melakukan kontrol keliling ke blok hunian, melakukan dialog ringan dengan WBP, serta mengumpulkan informasi untuk dianalisis tim intelijen Lapas sebagai acuan tindakan selanjutnya. Pendekatan persuasif ini diharapkan dapat memperkuat kedisiplinan warga binaan dan mencegah potensi konflik internal.
Kalapas juga memerintahkan pejabat struktural untuk melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap kehadiran, disiplin, dan kesiapsiagaan petugas dalam menjalankan tugas kedinasan pasca lebaran. “Ritme kerja yang konsisten menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan dan pelayanan agar tetap berjalan secara optimal,” ujar Ibnu Faizal.
Faizal menegaskan, “Kami ingin memastikan seluruh petugas tetap hadir, disiplin, dan menjalankan tugas kedinasan sesuai aturan. Mustahil menciptakan stabilitas keamanan internal dan memenuhi hak-hak WBP secara optimal jika petugas tidak disiplin dalam melaksanakan tugas.”
Selain langkah internal, Kalapas juga aktif melakukan koordinasi dengan pimpinan di tingkat wilayah maupun pusat untuk menyelaraskan implementasi kebijakan. Hal ini bertujuan agar WBP, petugas, pengunjung, dan masyarakat sekitar Lapas dapat beraktivitas normal pasca lebaran tanpa gangguan yang berarti.
Melalui serangkaian tindakan ini, Lapas Sarolangun menegaskan komitmennya menjaga keamanan, ketertiban, dan pemenuhan hak-hak WBP secara berkesinambungan, sekaligus memastikan layanan berjalan optimal meski aktivitas meningkat pasca Hari Raya.
































