SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI Prof. Dr. Zudan Arif Fakrulloh, S.H., M.H. memberikan motivasi kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Formasi Tahun 2024 di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia yang mengikuti pelantikan dan pengambilan sumpah secara serentak se-Indonesia, Kamis (21/05/2026).
Dalam arahannya, Prof. Zudan memperkenalkan prinsip â4Kâ yang menurutnya harus diterapkan ASN sepanjang menjalankan pengabdian, yakni Kecepatan, Kemudahan, Kemanfaatan, dan Kebahagiaan.
Di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, 180 PNS baru tampak antusias menyimak arahan tersebut melalui layar daring yang disiarkan secara nasional.
âK pertama adalah kecepatan. ASN tidak boleh lambat karena zaman berubah cepat. Dulu kirim uang lewat wesel bisa sampai 10 hari, sekarang dengan mobile banking semuanya real time,â jelasnya.
Sementara K kedua adalah kemudahan pelayanan. ASN diminta menghadirkan pelayanan yang mempermudah masyarakat, bukan justru mempersulit melalui birokrasi yang panjang.
Sebagai contoh, ia menjelaskan kebijakan penghapusan izin belajar untuk pencantuman gelar pendidikan ASN. Menurutnya, ASN yang telah menyelesaikan pendidikan dari perguruan tinggi terakreditasi kini dapat langsung mencantumkan gelarnya tanpa proses izin belajar yang berbelit.
âKebijakan harus memudahkan. Kalau pendidikannya sudah selesai, mengapa masih dipersulit lagi dengan birokrasi tambahan,â katanya.
Kemudian K ketiga adalah kemanfaatan, yakni setiap kebijakan yang dibuat harus memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Sedangkan K keempat adalah kebahagiaan, di mana pelayanan ASN diharapkan mampu menghadirkan kebahagiaan bagi masyarakat maupun sesama ASN.
Selain menyampaikan prinsip 4K, Kepala BKN RI juga mengingatkan para ASN baru agar senantiasa menjaga nama baik instansi, khususnya Kementerian Agama yang menurutnya memiliki ekspektasi dan penilaian lebih tinggi di mata masyarakat dibanding instansi lainnya.
Menurutnya, ASN Kementerian Agama memiliki nilai tambah di tengah masyarakat karena tidak hanya menjalankan tugas birokrasi, tetapi juga sering diminta memimpin doa, menjadi khatib, memimpin tadarus hingga memberikan tausiah keagamaan. âASN Kementerian Agama itu punya nilai plus di masyarakat. Karena itu perilaku dan integritas harus benar-benar dijaga,â ujarnya.
Selain itu, Kepala BKN juga mengingatkan pentingnya kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan zaman dan teknologi. Ia menceritakan pengalamannya pada tahun 90-an saat masih menyusun tesis dan disertasi menggunakan mesin ketik manual dan kertas karbon.
âSekarang dunia sudah berubah sangat cepat. Jangan hidup di masa lalu. Teknologi memberikan banyak kemudahan dan ASN harus adaptif menghadapi perubahan,â pesannya.
Ia juga mengingatkan para ASN muda untuk memanfaatkan waktu dengan baik selama masih memiliki ruang mengatur kehidupan pribadi. Menurutnya, ketika seseorang sudah berada di jabatan tinggi, waktu pribadi akan semakin terbatas karena harus mengikuti berbagai agenda kedinasan dan protokoler negara.
Selain itu, Kepala BKN juga menekankan pentingnya melihat karier ASN tidak hanya dari performance atau kinerja saat ini, tetapi juga dari proyeksi masa depan. Menurutnya, penugasan pendidikan maupun diklat dari pimpinan merupakan bagian dari persiapan menuju jenjang karier yang lebih tinggi.
âKadang pimpinan melihat potensi masa depan seseorang. Maka jangan berpikir sempit ketika ditugaskan belajar atau mengikuti diklat tertentu,â ujarnya.
Prof. Zudan juga mengingatkan pentingnya menjaga integritas dan rekam jejak selama menjadi ASN. âTrack record itu sangat penting. Jangan sampai ada cacat moral atau perilaku buruk yang nantinya menghambat karier kalian,â tegasnya.
Kepala BKN berharap para ASN Formasi 2024 dapat menjadi energi baru dalam menghadirkan birokrasi Kementerian Agama yang lebih modern, adaptif, profesional, dan berdampak positif bagi masyarakat serta bangsa dan negara.
































