MERANGIN – Warga Desa Telentam, Kecamatan Tabir Barat, Kabupaten Merangin, mengeluhkan ancaman krisis air bersih yang telah berlangsung selama tiga pekan terakhir pada Senin, 22/06/2026.
Kondisi tersebut, hampir meliputi seluruh RT/Dusun di Desa Telentam sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, mencuci hingga memenuhi kebutuhan air minum keluarga.
Berdasarkan keterangan sejumlah warga, krisis air bersih disebabkan banyaknya aliran sungai yang tercemari, infrastruktur saluran air bersih yang di bangun pemerintah desa yang tidak cukup dan tidak layak.
Hingga kerusakan beberapa saluran viva air bersih yang diduga oleh oknum pelaku PETI yang tidak bertanggung jawab saat berlalu-lalang.
Demi keberlangsungan hidup rumah tangga, sebagian warga terpaksa mengambil air dari sumber yang cukup jauh, sementara yang lain bagi warga yang cukup kaya membangun saluran air bersih pribadi.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa masyarakat telah beberapa kali menyampaikan laporan dan permohonan kepada Pemerintah Desa agar mencari solusi, namun tidak di indahkan.
“Kami sudah beberapa kali menyampaikan keluhan kepada pemerintah desa. Namun sampai sekarang belum ada tindakan nyata, kami berharap ada perhatian karena air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya, dorongan protes tidak hanya di forum warga, bahkan kritikan warga juga ribut di grup WhatsApp Desa. bukan mendapatkan solusi, malah salah satu oknum perangkat desa merespon dengan nada marah dan memberikan sikap bengis kepada warga yang mengadu.
Sejumlah warga mengaku kecewa kepada pemerintah Desa Telentam karena hingga kini mereka belum melihat adanya langkah konkret dalam penanganan ancaman krisis air bersih yang sedang mereka alami.
Mereka berharap pemerintah segera melakukan pendataan, menyediakan bantuan air bersih, serta mencari solusi jangka panjang melalui pembangunan atau perbaikan sarana penyediaan air.
Kepala Desa Telentam Rijaludin, saat di hubungi awak media ini berturut-turut melalui sambungan Whatsapp pribadinya berdering, namun tidak memberikan respon tindakan.
Hingga berita ini dirilis, belum ada keterangan resmi dari kepala Desa Telentam terkait keluhan warga mengenai krisis air bersih maupun tindak lanjut atas laporan yang disampaikan masyarakat. (BR)



























