SEKATOJAMBI.COM, SAROLANGUN – Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun bernama Muhammad Fajri Setiawan ditemukan tewas tenggelam setelah dikabarkan terseret arus deras Sungai Tembesi di Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun, Sabtu (4/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 15.30 WIB.
Korban merupakan warga RT 04 (sebelumnya terdata RT 05) RW 02, Kelurahan Pauh, Kecamatan Pauh. Saat itu korban sedang asyik mandi di pinggir Sungai Tembesi bersama sejumlah teman sebayanya. Namun korban diduga terseret arus sungai yang cukup kuat hingga tenggelam dan dengan cepat hilang dari pandangan teman-temannya.
Warga setempat bersama personel Polsek Pauh langsung melakukan upaya pencarian mandiri sesaat setelah menerima laporan warga pada Kamis malam, tetapi hingga larut malam korban belum juga berhasil ditemukan.
Pencarian kemudian dilanjutkan secara intensif pada Jumat pagi dengan melibatkan Tim Basarnas.
Kepala Kantor SAR Jambi, Abdul Malik, menjelaskan bahwa pihaknya baru menerima laporan resmi mengenai musibah kondisi membahayakan manusia ini pada Jumat (3/7/2026) pagi dari pihak Damkar Pauh.
“Setelah menerima laporan, kami mengerahkan tujuh personel Rescue dari Pos SAR Bungo menuju lokasi kejadian dengan membawa peralatan SAR lengkap untuk melakukan pencarian terhadap korban,” ujarnya.
Perjalanan menuju lokasi memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan menempuh jarak sejauh 102 kilometer.
Setibanya di TKP, Tim SAR Gabungan langsung menggelar briefing kilat dan membagi operasi pencarian menjadi dua Search Rescue Unit (SRU).
Masing-masing SRU menyisir sisi kanan dan kiri Sungai Tembesi ke arah hilir sejauh tiga kilometer, sehingga total area penyisiran pada hari pertama mencapai sekitar enam kilometer.
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan satu unit Rescue Car Hilux, satu unit perahu karet Luxury Craft Rubber (LCR), serta peralatan medis, evakuasi, dan alat komunikasi terpadu.
Operasi kemanusiaan ini melibatkan sinergi dari Tim Rescue Pos SAR Bungo, BPBD Sarolangun, Damkar Pauh, Polsek Pauh, serta puluhan masyarakat sekitar yang ikut menyisir aliran sungai.
“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian secara maksimal di sepanjang aliran Sungai Tembesi. Kami berharap korban dapat segera ditemukan,” tuturnya.
Hingga Jumat sore hari, setelah lebih dari 24 jam penyisiran mengikuti arus sungai dilakukan, hasilnya masih dilaporkan nihil.


























