SEKATOJAMBI.COM, MERANGIN – Bupati Merangin, M. Syukur menghadiri kegiatan Subuh Keliling (Subling) putaran ketujuh di Masjid Baitussalam, Lorong Kampar, RT 09, Kelurahan Pematang Kandis, Kecamatan Bangko, Jumat (10/7/2026).
Dalam acara tersebut, ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk lebih bijak dan cerdas dalam menggunakan media sosial (medsos) demi menjaga tatanan sosial di tengah maraknya fenomena penyebaran informasi sepihak dan aksi saling menghujat di ruang digital.
Dalam kegiatan yang didampingi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Merangin Zulhifni serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tersebut, Bupati menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak anti terhadap kritik.
Baginya, mengkritik jalannya roda pemerintahan merupakan hak konstitusional setiap warga negara dalam alam demokrasi, namun ia meminta agar kritik disampaikan melalui saluran yang tepat dan konstruktif.
“Mengkritik pemerintah silakan, itu hak kita. Kalau perlu, surati langsung Bupati atau datang dan sampaikan baik-baik apa kebijakan yang dirasa kurang menguntungkan masyarakat. Saya tidak marah,” ujarnya.
Ia menyayangkan jika media sosial justru disalahgunakan sebagai wadah untuk menghujat atau menghakimi seseorang secara sepihak di ruang publik sebelum adanya pembuktian hukum yang jelas.
“Mari kita hormati asas praduga tidak bersalah. Saling menghormati dan menghargai adalah ciri asli bangsa kita yang harus terus kita pertahankan,” pungkasnya.
Selain menjadi forum pengingat bagi masyarakat, agenda Subling ini juga diisi dengan aksi sosial berupa pemberian santunan kepada fakir miskin, anak yatim, dan kaum duafa.
Bupati berharap gerakan ini dapat terus menjadi jembatan komunikasi yang positif, murni sebagai sarana ibadah, sekaligus ruang diskusi langsung yang produktif antara pemerintah daerah dan warga Merangin.



























