SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Dalam 2 hari terakhir, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi 3 kali turun tangan mengevakuasi ular sanca yang masuk ke permukiman warga di lokasi berbeda.
Evakuasi tersebut berlangsung pada Kamis (9/7/2026) hingga Jumat (10/7/2026).
Evakuasi pertama dilakukan pada Kamis pagi sekitar pukul 09.16 WIB di Jalan Kapten Sujono, Kelurahan Paal Lima, Kecamatan Jelutung.
Seekor ular sanca ditemukan berada di dalam saluran drainase sehingga membuat warga khawatir.
Proses penyelamatan berlangsung cukup lama, yakni sekitar satu jam 45 menit. Petugas menggunakan bantuan tekanan air untuk mengeluarkan ular dari dalam got sebelum akhirnya ditangkap menggunakan stik hook dan stik grab. Setelah berhasil diamankan, mulut ular dilakban agar tidak membahayakan petugas maupun warga.
Pada hari yang sama, Kamis sore sekitar pukul 18.35 WIB, petugas kembali menerima laporan adanya ular sanca di kawasan Jalan Iswahyudi Lorong Bidan, RT 10, Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Jambi Selatan.
Kali ini ular sepanjang sekitar 2,5 meter dengan berat kurang lebih 12 kilogram ditemukan berada di dalam kandang merpati milik warga.
4 personel Regu 1 Pos Palmerah diterjunkan ke lokasi menggunakan kendaraan rescue roda dua. Hanya dalam waktu sekitar 10 menit, ular berhasil dievakuasi menggunakan stik hook dan stik grab sebelum mulutnya diamankan dengan lakban.
Belum genap 24 jam, pada Jumat (10/7/2026) pagi, Damkartan kembali menerima laporan ular sanca memasuki kawasan Perumahan Bukit Asri Residence.
5 personel Regu 2 Pleton 2 Mako bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 08.16 WIB. Ular sanca dengan panjang sekitar 1,5 meter dan berat sekitar 1,8 kilogram berhasil diamankan hanya dalam waktu 10 menit menggunakan peralatan standar evakuasi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandy, mengatakan meningkatnya kemunculan ular di lingkungan permukiman diduga berkaitan dengan habitat satwa yang terganggu serta keberadaan sumber makanan di sekitar rumah warga.
Ia mengimbau masyarakat untuk tetap tenang apabila menemukan ular dan tidak mencoba menangkapnya sendiri karena berisiko memicu serangan.
“Apabila menemukan ular, segera hubungi Damkartan Kota Jambi melalui layanan darurat yang tersedia. Petugas memiliki peralatan dan prosedur khusus untuk melakukan evakuasi secara aman, baik bagi masyarakat maupun satwa tersebut,” kata Mustari Affandy.
Mustari juga mengingatkan warga menjaga kebersihan lingkungan, memangkas semak-semak di sekitar rumah, menutup celah yang memungkinkan ular masuk, serta mengurangi keberadaan tikus yang menjadi sumber makanan utama ular.


























