SEKATOJAMBI.COM, BUNGO – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali terdeteksi di Kabupaten Bungo. Menindaklanjuti informasi titik panas atau hotspot, Satgas Karhutla Kabupaten Bungo bersama unsur terkait melakukan pengecekan langsung atau ground check di Desa Sarana Jaya, Kecamatan Bathin III, Rabu (9/9/2026).
Berdasarkan pantauan satelit, terdeteksi satu titik hotspot dengan tingkat kepercayaan sedang pada koordinat 102.0886124° BT dan -1.4135480° LS. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas bergerak ke lokasi sekitar pukul 15.00 WIB.
Hasil pengecekan menunjukkan sekitar dua hektare lahan milik H. Nero telah terbakar. Lahan tersebut merupakan kawasan tanah mineral yang berada di depan Kantor Satlantas Polres Bungo. Saat petugas tiba, kondisi api telah padam sehingga tidak ditemukan lagi kobaran api di lokasi.
Dalam kegiatan tersebut, personel Satgas Karhutla Kabupaten Bungo bersinergi dengan BNPB Kabupaten Bungo, Manggala Agni, Basarnas, KBO Sat Samapta Polres Bungo, Tim Satgas Operasi Aman Nusa II-2026 serta masyarakat setempat.
Petugas melakukan pencarian titik koordinat hotspot, pengecekan kondisi lahan, dokumentasi, serta berkoordinasi dengan Tipiter Satreskrim Polres Bungo dan Tim Manggala Agni. Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi untuk mendukung penanganan lebih lanjut.
Kasi Humas Polres Bungo IPTU Bambang JM mengatakan, pihaknya terus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi yang rawan terjadi Karhutla.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Jika menemukan adanya titik api atau indikasi kebakaran lahan, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin,” ujar Kasi Humas Polres Bungo.
Kasi Humas Polres Bungo menambahkan, personel bersama unsur terkait akan terus melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar wilayah yang terindikasi memiliki hotspot. Edukasi serta imbauan kepada masyarakat juga akan terus dilakukan sebagai langkah pencegahan.
“Upaya ini merupakan bagian dari langkah bersama untuk mencegah munculnya titik api baru dan mengantisipasi agar Karhutla tidak meluas di wilayah Kabupaten Bungo,” pungkas IPTU Bambang J.M.



























