SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Program masjid ramah pemudik di jalur mudik Lebaran 2026 merupakan program Menag Nasaruddin Umar yang telah dilaksanakan sejak lebaran tahun 2025. Masjid-Masjid disepanjang jalur mudik dalam Provinsi Jambi dengan fasilitas sarana dan prasarana yang memadai akan dibuka 24 jam untuk memberikan layanan sebagai tempat istirahat yang nyaman bagi para pemudik.
Mulai H-7 hingga H+7 Idul Fitri 1447 H Masjid-Masjid dipinggir jalan raya tersebut dapat dijadikan rest area bagi pemudik. Nanti kita akan publish alamatnya sehingga akan memudahkan bagi para pemudik, dan untuk itu kami mohon dukungan, masukan dan sinergi dari Dirlantas Polda Jambi, Dishub Provinsi Jambi dan Jasa Raharja sehingga program masjid ramah pemudik ini bisa berhasil. Demikian ungkap Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kanwil Kemenag Jambi, Fatahuddin dalam rapat koordinasi lintas sektoral program masjid ramah pemudik 2026 di Aula Kanwil Kemenag Jambi.
“Tidak menutup kemungkinan juga jika memang dibutuhkan, kita juga akan buka Rumah Ibadah lainnya seperti Gereja dan juga madrasah-madrasah disepanjang jalur mudik dalam Provinsi Jambi, kita akan intensifkan komunikasi di daerah guna menyukseskan program ini, ujarnya.
Rapat Koordinasi ini dipimpin langsung oleh Kabag TU Kanwil Kemenag Jambi, Faizan dihadiri oleh perwakilan dari Polda Jambi, Dishub Provinsi Jambi, Jasa Raharja, Para Kabid dan Pembimas, para Katim dan hadir secara online seluruh Kakan. Kemenag Kab/Kota, Kepala KUA, Kepala Madrasah, Penyuluh Agama Islam se-Provinsi Jambi.
Kepala Bagian Tata Usaha menyampaikan bahwa hari ini kita hadir untuk mempersiapkan program masjid ramah pemudik sebagai wujud implementasi fungsi masjid sebagai pusat pelayanan umat. Kita akan mendengarkan masukan, menyampaikan data masjid yang sekiranya memadai dengan fasilitas public dan tempat istirahat yang aman dan nyaman dan mematangkan semua persiapan terkait program masjid ramah pemudik menyambut arus mudik hari raya Idul Fitri 1447 H/2026 M.
“Seusai rakor ini, Kabag TU meminta agar seluruh Kakan. Kemenag untuk dapat melakukan rakor lanjutan lintas sectoral bersama unsur di kecamatan, DKM Masjid dan para penyuluh dan untuk dapat bersinergi guna menyukseskan program masjid ramah pemudik 2026.
Sementara itu AKBP Novrizal mewakili Ditlantas Polda Jambi menyampaikan apresiasi setinggi tingginya kepada Kemenag atas inisiasi program yang tahun lalu sudah ada tapi dimatangkan lagi tahun ini, masjid ramah pemudik Tahun 2026.
Menurutnya, keberadaan masjid sebagai tempat istirahat disepanjang jalur lintas Sumatera merupakan elemen krusial untuk rest area. Tentu ini berdampak baik dalam lalu lintas, bagaimana kita menekan angka kecelakaan lalu lintas. Butuh penetapan titik Lokasi yang lebih mengerucut pada lintasan pemudik agar lebih efisien. Standarisasi standar layanan public seperti kantong parkir yang cukup agar tidak menganggu bahu jalan dan untuk keamanan siapkan masjid yang memiliki CCTV untuk keamanan dan tentunya sinergi keamanan bersama personal Polri.
Sementara itu Kepala UPTD Satpras Dishub menyampaikan pentingnya satpras MCK, parkir yang aman dan memadai, kebutuhan penerangan masjid dan jika memungkinkan sediakan karpet di koridor/area teras masjid untuk kenyamanan istirahat bagi para pemudik.
Perwakilan dari Jasa Raharja juga menyampaikan informasi untuk mendukung program masjid ramah pemudik, seperti masukan untuk menyiapkan masjid yang benar-benar aman dan nyaman bagi pemudik untuk beristirahat.
“Seluruh informasi, masukan dan evaluasi data telah disampaikan, kita berharap program masjid ramah pemudik Tahun 2026 ini dapat.
































