SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kepala Kepolisian Daerah Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar resmi membuka kegiatan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Mandiri yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Jambi. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat profesionalisme serta kualitas insan pers di tengah derasnya arus informasi digital dan tantangan penyebaran hoaks.
Pembukaan UKW berlangsung di Kota Jambi dan turut dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wali Kota Jambi Dr. dr. Maulana, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Jambi, Kabid Humas Polda Jambi, pimpinan organisasi media, pejabat daerah, serta tokoh pers di Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Kapolda Jambi Irjen Pol. Krisno H. Siregar menegaskan bahwa kompetensi wartawan memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi di tengah perkembangan teknologi dan media digital yang semakin cepat.
Menurutnya, wartawan saat ini tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, namun juga wajib mengedepankan akurasi, keberimbangan, serta memahami kode etik jurnalistik dalam setiap karya yang dipublikasikan.
“Wartawan hari ini tidak hanya dituntut cepat menyampaikan informasi, tetapi juga harus akurat, berimbang, memahami kode etik, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap produk jurnalistiknya. UKW menjadi instrumen penting agar profesi wartawan semakin dipercaya masyarakat,” ujar Irjen Pol. Krisno H. Siregar.
Kapolda Jambi menilai media yang dijalankan oleh wartawan profesional menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas sosial, demokrasi, serta menciptakan ruang publik yang sehat dan edukatif.
Ia juga menegaskan bahwa insan pers dan aparat penegak hukum memiliki tanggung jawab bersama dalam menangkal penyebaran informasi bohong atau hoaks yang dapat memicu keresahan di masyarakat.
Selain itu, jenderal bintang dua tersebut berpesan agar wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga mampu menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional dan bertanggung jawab.
“Jadilah wartawan yang berani mengkritik, tetapi kritik itu harus lahir dari integritas, verifikasi, serta kepentingan publik. Pers yang baik bukan hanya mencari kesalahan, namun mampu mengawal kebijakan secara objektif, memberi masukan, dan menjaga keseimbangan informasi,” katanya.
Menurut Kapolda, kritik yang dibangun berdasarkan data, fakta, dan solusi akan memberikan dampak positif bagi pembangunan serta memperkuat sistem demokrasi yang sehat.
“Kritik yang cerdas akan memperbaiki, sedangkan informasi yang tidak akurat justru dapat merusak kepercayaan masyarakat. Saya berharap wartawan menjadi pengkritik yang konstruktif, menjaga independensi, dan tetap berpihak pada kepentingan publik,” lanjutnya.
Irjen Pol. Krisno H. Siregar juga menambahkan bahwa wartawan yang kompeten akan mampu melahirkan karya jurnalistik berkualitas dan kredibel sehingga dapat memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pers sebagai pilar demokrasi.
Pelaksanaan UKW Mandiri PWI Kota Jambi tersebut diharapkan mampu melahirkan wartawan profesional, independen, memahami kode etik jurnalistik, serta memiliki kemampuan verifikasi informasi yang baik dalam menghasilkan pemberitaan yang akurat dan berimbang.
Polda Jambi juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung wartawan yang memiliki integritas tinggi dan telah terverifikasi Dewan Pers dalam menjalankan tugas jurnalistik di tengah masyarakat.
































