JAMBI – Hadi Prabowo S.H Sekjen DPP LSM MAPPAN ungkap dokumen Laporan Keuangan Bank Jambi Tahun Buku 2024 memperlihatkan dua fakta yang menarik jika dibaca secara bersamaan.
Hadi menjelaskan Di satu sisi, Bank Jambi memperpanjang kerja sama Core Banking System dengan PT Fortress Data Service (FDS) hingga 9 Desember 2029 melalui Perjanjian Nomor 050.12/PKS-CBS/2024. Namun dalam Catatan atas Laporan Keuangan (CaLK), tidak dicantumkan nilai kontrak maupun nilai komitmen pengadaan atas perpanjangan tersebut.
Di sisi lain, laporan keuangan juga menunjukkan bahwa nilai buku aset tak berwujud (perangkat lunak/software) justru turun selama tahun 2024.
Dua fakta ini memunculkan pertanyaan: apakah penurunan aset perangkat lunak memiliki hubungan dengan kontrak baru PT Fortress Data Service?
Fakta Pertama: Kontrak Core Banking Diperpanjang
Dalam CaLK disebutkan secara jelas bahwa Bank Jambi memperpanjang pengadaan aplikasi Core Banking System (Konvensional dan Syariah) bersama PT Fortress Data Service.
Perjanjian berlaku:
ditandatangani 9 Desember 2024
berlaku sampai 9 Desember 2029
Namun dokumen tersebut tidak memuat:
nilai kontrak,
nilai investasi,
mekanisme pembayaran,
maupun besarnya komitmen yang harus dibayar Bank Jambi selama lima tahun.
Fakta Kedua: Nilai Aset Software Menurun
Catatan aset tak berwujud menunjukkan:
Tahun 2023
Nilai buku aset software sekitar Rp232 juta
Tahun 2024
Nilai buku tinggal sekitar Rp106 juta
Artinya terjadi penurunan sekitar:
Rp125,7 juta
Penurunan tersebut bukan karena pelepasan aset baru, melainkan berasal dari beban amortisasi perangkat lunak.
Dokumen juga menjelaskan bahwa software mempunyai umur manfaat 5 tahun sesuai kebijakan akuntansi Bank.
Sekjen DPP LSM MAPPAN : Audit Menyebut Sistem TI Menjadi Area Risiko Tinggi
Laporan auditor independen juga menempatkan pengoperasian dan pengendalian sistem Teknologi Informasi sebagai Key Audit Matter (hal audit utama).
Auditor menilai sistem TI menjadi area penting karena:
seluruh proses transaksi bergantung pada sistem;
dilakukan pengujian terhadap pengendalian perubahan sistem;
dilakukan pengujian hak akses pengguna;
dilakukan pengujian konfigurasi aplikasi;
dilakukan pengujian keluaran sistem.
Artinya, sistem Core Banking memang merupakan aset yang sangat strategis sehingga menjadi fokus pemeriksaan auditor.
Apakah Penurunan Aset Berhubungan dengan PT Fortress Data Service?
Berdasarkan dokumen yang tersedia, belum dapat disimpulkan demikian.
Alasannya:
Penurunan aset software yang tercatat dalam laporan keuangan merupakan akibat amortisasi akuntansi, yaitu pengalokasian biaya perolehan perangkat lunak selama umur manfaatnya. Itu adalah perlakuan akuntansi yang lazim dan tidak dengan sendirinya menunjukkan adanya penyimpangan.
Di sisi lain, perpanjangan kontrak dengan PT Fortress Data Service adalah komitmen kerja sama baru. Tanpa rincian nilai kontrak, ruang lingkup pekerjaan, dan perlakuan akuntansinya, tidak dapat dipastikan apakah biaya kontrak tersebut dikapitalisasi sebagai aset tak berwujud, diakui sebagai beban operasional, atau merupakan model layanan (misalnya Software as a Service/SaaS). FDS sendiri dikenal menyediakan layanan core banking dan solusi TI, termasuk model layanan berbasis software untuk industri perbankan.
Poin Penting Yang Perlu Dibedah
Dari dua dokumen yang berbanding terbaik menjadi bukti adanya dugaan penyimpangan, beberapa hal patut mendapat klarifikasi demi transparansi:
Berapa nilai kontrak lima tahun dengan PT Fortress Data Service?
Mengapa nilai kontrak tidak diungkap pada bagian CaLK yang membahas perjanjian tersebut?
Apakah pembayaran kepada vendor dicatat sebagai aset tak berwujud, biaya operasional, atau biaya layanan SaaS?
Apakah terdapat penambahan lisensi, modul, atau pengembangan sistem yang seharusnya memengaruhi nilai aset tak berwujud?
Bagaimana dasar penentuan perpanjangan kontrak dan evaluasi kinerja vendor?
Kesimpulan dan Analisa Dokumen
Dari dokumen yang kami baca dan kami pelajari dapat disimpulkan beberapa fakta:
Bank Jambi memang memperpanjang kontrak Core Banking dengan PT Fortress Data Service hingga tahun 2029.
Bagian CaLK yang Anda tunjukkan tidak mengungkap nilai kontrak perpanjangan tersebut.
Nilai buku aset perangkat lunak turun karena amortisasi sesuai kebijakan akuntansi.
Auditor menetapkan sistem TI sebagai area audit utama karena pentingnya sistem terhadap operasional bank.
Berdasarkan dokumen yang ada, bisa dijadikan petunjuk untuk melakukan serangkaian upaya penyelidikan oleh APH terkait Dugaan tindak pidana korupsi atas penyimpangan dana pemeliharaan, pengembangan sistem IT Bank Jambi.
Dugaan tersebut memerlukan bukti tambahan, seperti kontrak lengkap, nilai pembayaran, dokumen pengadaan, hasil audit investigatif, atau temuan aparat pengawas dan penegak hukum.
penulis : Novalino


























