SEKATOJAMBI.COM, MUARO JAMBI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi menggratiskan seluruh biaya perawatan siswa yang diduga keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Bupati Muaro Jambi, Bambang Bayu Suseno memastikan seluruh biaya rumah sakit terhadap 96 pelajar KB/TK, SD, SMP dan SMA sederajat yang jadi korban ditanggung pemerintah.
“Kesehatan anak-anak jadi prioritas utama kami dan untuk sementara biaya pengobatan akan diberikan secara gratis kepada seluruh korban,” katanya.
Sebanyak 96 pelajar atau siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi mengalami keracunan massal usai menyantap makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya.
Sementara itu Direktur Rumah Sakit Umum Ahmad Ripin, Agus Subakti mengatakan, sampai saat ini setidaknya ada puluhan orang murid yang sudah ditangani oleh petugas kesehatan.
“Sampai saat pukul 21.00 WIB (Jumat kemarin) ada sebanyak 96 pelajar dan juga termasuk tiga tenaga pengajar yang masuk rumah sakit dan sudah ada lima orang yang kembali dan dua orang dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi. Namun semua pasien yang masuk langsung kita tangani, Alhamdulillah kondisinya sudah cukup mambaik,” katanya.
Dia mengatakan para korban diobservasi. Mereka mengalami gejala muntah dan buang air besar.
Sementara itu Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muaro Jambi, Akbar Amrullah, mengatakan hingga kini penyebab dugaan keracunan makanan yang dialami puluhan penerima manfaat belum diketahui.
“Seluruh bahan baku yang diterima dapur SPPG langsung diolah dan disajikan pada hari yang sama. Semua bahan yang datang, hari itu juga kami sajikan. Menu makanan yang dibagikan pada hari ini adalah soto,” katanya.
Menurut dia, kasus tersebut masih dalam tahap pemeriksaan oleh pihak berwenang. Dirinya membantah adanya praktik daur ulang makanan dalam proses penyajian.
Di sisi lain Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi, Aang Hambali, mengerahkan sekitar 25 tenaga medis dari Puskesmas Sekernan, Sengeti dan Penyengat Olak untuk membackup tenaga medis yang ada di RS Ahmad Ripin.
“Kami bergerak cepat untuk memastikan semua korban mendapatkan perawatan maksimal. Tenaga medis dari puskesmas siap membantu dan ambulans standby,” katanya.
Sementara itu Kapolsek Sekernan, AKP Taroni Zebua mengatakan, selain 96 siswa termasuk tenaga pengajar, satu balita berusia dua tahun juga menjadi korban.
Balita itu dirujuk ke Rumah Sakit Umum Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.


























