SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Perumdam Tirta Mayang Kota Jambi mengimbau ribuan pelanggan untuk menyiapkan cadangan air menyusul rencana pekerjaan perbaikan unit clariflocculator di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Broni 1 yang akan berlangsung selama delapan hari, mulai 25 April hingga 2 Mei 2026.
Langkah perbaikan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya peningkatan kinerja sistem pengolahan air, sekaligus menjaga kualitas dan kontinuitas layanan di tengah potensi tekanan musim kemarau. Meski instalasi tidak akan dihentikan total, perusahaan memastikan akan terjadi penurunan debit distribusi serta penyesuaian jam pengaliran selama proses berlangsung.
Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan aliran air mengecil hingga tekanan melemah, terutama di wilayah dengan kontur tinggi dan area yang berada di ujung jaringan distribusi. Sejumlah kawasan yang diperkirakan terdampak meliputi Kecamatan Kota Baru, Alam Barajo, Jambi Selatan, Jelutung, serta wilayah kerja sama Desa Talang Belido.
Secara rinci, wilayah terdampak mencakup Kelurahan Kenali Asam Atas, Kenali Asam Bawah, Paal Lima, Kenali Asam, Simpang III Sipin, Talang Gulo, Mayang Mangurai, Thehok, Paal Merah, Lingkar Selatan, hingga Kebun Handil.
Total pelanggan yang akan terdampak mencapai 10.577 sambungan rumah (SR) yang disuplai melalui tiga booster utama, yakni Booster M. Kukuh sebanyak 5.080 SR, Booster Paal VIII sebanyak 2.600 SR, serta Booster Kebun Daging sebanyak 2.897 SR.
Perumdam Tirta Mayang juga memproyeksikan adanya penurunan debit distribusi dari kondisi normal, masing-masing sekitar 25 persen di Booster Paal VIII, 40 persen di Booster Kebun Daging, dan 32 persen di Booster M. Kukuh.
Seiring kondisi tersebut, pelanggan diminta mengantisipasi dengan menampung air secukupnya sebelum pekerjaan dimulai. Perusahaan menegaskan bahwa meski instalasi tetap beroperasi, gangguan aliran tetap mungkin terjadi secara situasional.
Sebagai langkah mitigasi, Perumdam Tirta Mayang menyiapkan layanan bantuan air tangki gratis bagi pelanggan yang mengalami gangguan distribusi hingga tidak dapat menampung cadangan air. Layanan tersebut dapat diakses melalui nomor 0821-2121-9894.
Selain itu, pelanggan juga diberikan akses untuk menyampaikan keluhan dan pengaduan melalui layanan WhatsApp di nomor 0821-2121-9692.
Perusahaan memastikan petugas akan terus melakukan pemantauan di lapangan selama proses pekerjaan berlangsung guna meminimalkan dampak terhadap pelayanan kepada masyarakat.































