SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Komitmen memberantas narkoba di lingkungan pemasyarakatan kembali ditegaskan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Jambi. Dalam momentum Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62, Senin (6/4/2026), petugas menggelar razia blok hunian secara serentak disertai tes urine massal terhadap ratusan warga binaan dan pegawai. Hasilnya: nihil narkotika, seluruh peserta dinyatakan negatif.
Kegiatan ini tidak berdiri sendiri. Lapas menggandeng aparat penegak hukum lintas institusi—Polri, TNI, dan Badan Narkotika Nasional (BNN)—sebagai bentuk penguatan pengawasan sekaligus penegasan bahwa pengendalian peredaran narkoba di dalam lapas memerlukan kerja kolektif.
Penyisiran dilakukan menyeluruh di sejumlah blok hunian. Petugas tidak menemukan narkotika maupun alat komunikasi ilegal seperti handphone—dua indikator utama yang kerap menjadi celah peredaran gelap di dalam lapas. Meski demikian, sejumlah barang yang melanggar ketentuan tetap diamankan, di antaranya korek gas, elemen listrik, dan sendok berbahan besi. Seluruh temuan tersebut langsung diproses untuk dimusnahkan sesuai prosedur.
Razia ini dilanjutkan dengan tes urine terhadap 809 warga binaan dan 75 pegawai. Pemeriksaan dilakukan secara ketat dan terukur. Hasilnya seragam: seluruhnya negatif dari penyalahgunaan narkoba. Capaian ini menjadi indikator penting bahwa pengawasan internal berjalan efektif, meski tetap membutuhkan konsistensi.
Kepala Lapas Kelas IIA Jambi menegaskan, langkah tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari strategi preventif dan deteksi dini. “Kami berkomitmen menjaga Lapas Jambi tetap steril dari narkoba dan barang terlarang. Ini juga menjadi momentum memperkuat integritas serta sinergi antar aparat penegak hukum,” ujarnya.
Upaya ini sekaligus menjawab tantangan klasik lembaga pemasyarakatan yang kerap disorot sebagai titik rawan peredaran narkotika. Dengan pendekatan kolaboratif dan pengawasan berlapis, Lapas Kelas IIA Jambi berupaya menutup ruang-ruang penyimpangan sejak dini.
Pelaksanaan razia dan tes urine serentak ini diharapkan mampu menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif. Lebih dari itu, kondisi lapas yang bersih dari narkoba menjadi fondasi penting bagi optimalisasi proses pembinaan warga binaan—tujuan utama sistem pemasyarakatan itu sendiri.






























