SEKATOJAMBI.COM, BUNGO – Lapas Kelas IIB Muara Bungo menunjukkan sikap tanpa kompromi terhadap praktik Halinar dengan menggelar razia menyeluruh dan tes urin massal, Senin (6/4/2026) pukul 13.30 WIB. Langkah ini menjadi pesan tegas: tidak ada ruang bagi handphone ilegal, pungutan liar, maupun narkoba di balik jeruji.
Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 sekaligus mendukung Program Akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Lebih dari sekadar agenda rutin, operasi ini mencerminkan upaya sistematis membangun tata kelola lapas yang bersih dan berintegritas.
Petugas menyisir 31 kamar hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP) yang tersebar di Blok A, Blok B, dan Blok C. Pemeriksaan dilakukan secara detail, tanpa celah, untuk memastikan tidak ada barang terlarang yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Selain penggeledahan, Lapas Muara Bungo juga melaksanakan tes urin terhadap 100 WBP dan 38 pegawai. Prosesnya berlangsung terbuka dan terukur. Penentuan sampel WBP bahkan dilakukan secara acak oleh unsur eksternal—TNI, POLRI, BNNK Muara Bungo, serta media—yang turut hadir langsung. Mekanisme ini menjadi penegasan transparansi sekaligus memperkuat legitimasi hasil pemeriksaan.
Dari hasil razia, petugas menemukan sejumlah barang yang tidak semestinya berada di dalam kamar hunian, seperti sendok stainless, pisau cutter, gelas kaca, hingga botol parfum berbahan kaca. Meski tidak tergolong narkotika, benda-benda tersebut dinilai berpotensi disalahgunakan sehingga langsung diamankan untuk proses lebih lanjut.
Namun temuan penting justru datang dari nihilnya barang terlarang utama. Tidak ditemukan narkoba maupun handphone di dalam kamar hunian. Hasil tes urin pun menunjukkan seluruh sampel, baik WBP maupun pegawai, negatif dari penyalahgunaan narkotika.
Kepala Lapas Kelas IIB Muara Bungo, Muhamad Kameyli, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan, bukan sekadar formalitas.
“Kami berkomitmen penuh untuk mewujudkan Zero Halinar. Ini bukan kegiatan seremonial, tetapi langkah konkret memastikan Lapas Muara Bungo tetap steril dari narkoba dan barang terlarang. Sinergi dengan TNI, POLRI, BNN, serta media menjadi kekuatan penting dalam pengawasan yang transparan dan akuntabel,” ujarnya.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan kondusif. Upaya ini diharapkan tidak hanya menjaga stabilitas internal lapas, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik terhadap institusi pemasyarakatan yang profesional, terbuka, dan berintegritas.































