SEKATOJAMBI.COM, BATANGHARI – Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, jajaran Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas II Muara Bulian bergerak keluar dari tembok institusi. Rabu(18/2), unit pelaksana teknis di bawah Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jambi itu menggelar bakti sosial dan aksi bersih rumah ibadah di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi penanda bahwa pemasyarakatan tak sekadar menjalankan fungsi pembinaan di dalam, tetapi juga menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
Langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari Surat Direktur Jenderal Pemasyarakatan Nomor PAS-UM.01.01-42 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kebersihan/Kerja Bakti Insan Pemasyarakatan dalam rangka menyambut Bulan Suci Ramadan. Instruksi itu diterjemahkan secara konkret oleh LPKA Muara Bulian melalui kegiatan sosial yang menyentuh kebutuhan langsung warga.
Bakti sosial diwujudkan dengan penyerahan bantuan sejumlah buku Yasin kepada pengurus rumah ibadah setempat. Bantuan itu diharapkan dapat menunjang kegiatan ibadah jamaah, terutama menjelang dan selama Ramadan. Selain itu, petugas LPKA bersama peserta magang turut melakukan kerja bakti membersihkan area rumah ibadah di sekitar Unit Pelaksana Teknis (UPT), mulai dari halaman, tempat wudu, hingga ruang utama ibadah.
Kepala LPKA Kelas II Muara Bulian, Kasogi, menegaskan bahwa momentum Ramadan tidak hanya dimaknai sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai ruang memperkuat kepedulian sosial.
“Kegiatan ini merupakan wujud rasa syukur dalam menyambut Bulan Suci Ramadan yang penuh berkah. Momentum ini kami manfaatkan untuk memperkuat kebersamaan, meningkatkan kepedulian, serta menumbuhkan semangat berbagi dan memperbaiki diri. Kami berharap nilai-nilai positif Ramadan dapat dirasakan bersama dan menjadi sarana pembinaan karakter yang lebih baik,” ujarnya.
Menurutnya, keterlibatan langsung petugas dalam kegiatan sosial menjadi bagian dari proses internalisasi nilai-nilai kemanusiaan di lingkungan pemasyarakatan. Tidak hanya membina anak didik pemasyarakatan, tetapi juga membangun citra institusi yang terbuka dan responsif terhadap kebutuhan sosial di sekitarnya.
Sejumlah warga menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka menilai aksi bersih dan bantuan perlengkapan ibadah itu memberikan dampak langsung, terutama dalam menciptakan suasana rumah ibadah yang lebih nyaman menjelang meningkatnya aktivitas keagamaan selama Ramadan.
Secara terpisah, pihak Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Jambi menegaskan bahwa kegiatan serupa dilaksanakan secara serentak di berbagai UPT sebagai bentuk komitmen insan pemasyarakatan untuk hadir di tengah masyarakat. Ramadan, dalam perspektif pembinaan, dipandang sebagai momentum strategis untuk menanamkan nilai empati, gotong royong, dan tanggung jawab sosial.
Kegiatan yang melibatkan seluruh jajaran petugas dan peserta magang itu berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan. Tidak ada sekat antara aparat dan warga. Yang terlihat adalah kerja kolektif membersihkan, menata, dan mempersiapkan rumah ibadah agar lebih layak menyambut bulan penuh ampunan.
Dengan terlaksananya bakti sosial dan aksi bersih tersebut, LPKA Muara Bulian berharap hubungan harmonis antara lembaga pemasyarakatan dan masyarakat sekitar kian erat. Ramadan menjadi jembatan yang mempertemukan nilai spiritual, kepedulian sosial, dan semangat pembinaan dalam satu gerak bersama.
































