SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Jalan raya bukan sekadar lintasan kendaraan, melainkan ruang publik yang menuntut kesadaran, etika, dan tanggung jawab. Pesan tegas ini digaungkan Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jambi saat menggelar program “Road Safety for Humanity” melalui kegiatan Goes to School di MAN 2 Kota Jambi, Kamis (9/4/2026) pagi.
Kegiatan yang dimulai pukul 07.30 WIB itu tidak disajikan secara monoton. Ditlantas Polda Jambi memilih pendekatan interaktif dan kekinian agar pesan keselamatan lalu lintas dapat diterima dengan baik oleh generasi Z. Para siswa tidak hanya menjadi pendengar, tetapi dilibatkan aktif dalam setiap sesi.
Direktur Lalu Lintas Polda Jambi, Kombes Pol. Adi Benny Cahyono, S.H., S.I.K., M.Si., menegaskan bahwa edukasi sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk menekan angka kecelakaan di kalangan remaja.
“Kami ingin para siswa tidak hanya tahu aturan, tapi menjadikannya gaya hidup. Tertib itu keren, dan keselamatan adalah kebutuhan utama. Mereka kita latihkan bagaimana cara pengaturan lalu lintas minimal di depan sekolahnya,” tegas Adi Benny.
Menurutnya, perubahan budaya berlalu lintas harus dimulai dari generasi muda. Ketika pelajar memahami pentingnya keselamatan, mereka berpotensi menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.
Materi inti dalam kegiatan ini difokuskan pada pengenalan dan praktik langsung 12 Gerakan Pengaturan Lalu Lintas. Di bawah komando Kasubdit Kamsel AKBP Dr. Novrizal, para personel Subdit Kamsel memberikan pembekalan teknis yang selama ini identik dengan tugas polisi di jalan raya.
Para siswa diajak mempraktikkan langsung gerakan tangan dalam mengatur arus kendaraan. Tujuannya bukan sekadar teori, tetapi membentuk kesiapan mereka saat membantu penyeberangan atau menjaga ketertiban di lingkungan sekolah.
“Fokus kami adalah membentuk karakter. Dengan memahami 12 gerakan lalu lintas dan etika berkendara, siswa-siswi MAN 2 Kota Jambi diharapkan mampu menjadi perpanjangan tangan kami dalam menciptakan Kamseltibcarlantas yang kondusif,” ujar Novrizal.
Kegiatan semakin hidup saat Kasi Dikmas Kompol Devita, S.I.K., mengambil alih sesi edukasi. Dengan gaya santai namun tetap substansial, ia mengupas dampak pelanggaran lalu lintas terhadap masa depan pelajar, mulai dari risiko kecelakaan hingga konsekuensi hukum.
Tidak berhenti pada penyampaian materi, sesi tanya jawab berlangsung dinamis. Para siswa menunjukkan antusiasme tinggi dengan mengajukan pertanyaan kritis seputar aturan dan praktik berlalu lintas. Interaksi dua arah ini menjadi indikator bahwa pendekatan humanis lebih efektif dalam menanamkan kesadaran.
Sebagai bentuk apresiasi, Ditlantas Polda Jambi juga menyiapkan berbagai doorprize menarik bagi siswa yang mampu menjawab pertanyaan dengan tepat. Suasana edukatif pun terasa lebih segar dan kompetitif.
Melalui program ini, Ditlantas Polda Jambi menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya kalangan pelajar. Semangat “Road Safety for Humanity” bukan sekadar slogan, tetapi gerakan nyata untuk menciptakan jalan yang lebih aman, dimulai dari lingkungan sekolah.
Langkah ini sekaligus menjadi pengingat bahwa keselamatan berlalu lintas bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan tanggung jawab bersama—dan generasi muda memegang peran penting di dalamnya.
































