SEKATOJAMBI.COM, JAMBI – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jambi, Mahbub Daryanto yang didampingi Kepala Bidang Pendidikan Madrasah, Dedi Irama Silalahi dan Kepala Bidang Penerangan Agama Islam yang juga Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Jambi, Abd.Rahman menerima Tim Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Densus 88 Jambi pada Rabu (3/6/2026) guna melakukan koordinasi terkait cegah tangkal faham radikalisme pada satuan pendidikan di lingkungan Kementerian Agama.
Kakanwil, Mahbub menyambut baik koordinasi yang dilakukan Tim Densus 88 guna melakukan koordinasi dalam rangka cegah tangkal masuknya faham radikal di satuan Pendidikan yang ada di Kementerian Agama.
“Kami berterima kasih atas koordinasi yang dilakukan, hal ini sangat penting dilakukan agar kita dapat tahu juga sekaligus melakukan Langkah-langkah pencegahan dan memitigasinya sejak awal,” ujar Kakanwil.
Kakanwil menyebutkan dengan kondisi Satuan Kerja (Satker) Kementerian Agama yang cukup banyak serta tantangan geografis yang juga cukup sulit, dibutuhkan Kerjasama dari pihak terkait dalam rangka melakukan monitoring serta pencegahan.
“Saat ini penggunaan gawai di lingkungan Pendidikan tentu harus dibatasi, sebagai contoh pelajar yang memanfaatkan media sosial, apabila tidak adanya pengawasan, kekhawatiran kita akan mudah sekali dipengaruhi bagi pihak atau kelompok garis keras melakukan tindakan radikal,” tegas Kakanwil.
Tim Densus 88 menjelaskan, Bahwa Satgas wilayah Jambi Densus 88 AT Polri saat ini melalui bidang pencegahan intens melakukan kolaborasi dan kerjasama dengan para stakeholder terkait termasuk pihak Kanwil Kemenag dalam rangka upaya cegah tangkal terhadap penyebaran Paham IRET dan TCC yang secara masif masih melakukan penyebaran melalui dunia digital saran medsos dan game online.
Oleh karenanya sebagai langkah upaya pencegahan dimaksud dengan melakukan sosialisasi guna memberikan edukasi tentang paham IRET dan TCC dengan sasaran Lembaga pendidikan dilingkungan Kemenag.
Berdasarkan data yang sudah dirilis bahwa di Indonesia terdapat 116 anak (pelajar) terpapar ideologi kekerasan melalui sarana game online jenis Roblok dan terkini di wilayah Jambi terdapat 7 (tujuh) anak pelajar teridentifikasi bergabung kedalam WAG TCC (Ideologi kekerasan) dan sedang dalam penanganan bersama oleh tim terpadu.
IRET sendiri adalah singkatan dari Intoleransi, Radikalisme, Ekstremisme, dan Terorisme. TCC adalah singkatan dari True Crime Community merupakan komunitas daring yang banyak membahas kriminalitas dan kekerasan secara berlebihan sehingga berpotensi memengaruhi pola pikir remaja.































