SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Wali Kota Jambi Maulana menanggapi soal dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMP Negeri 7 Kota Jambi.
Wali Kota Maulana menyampaikan bahwa pemerintah bersama Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk menelusuri penyebab kejadian tersebut.
Menurutnya, seluruh penyedia makanan dalam program MBG wajib memenuhi standar Sertifikat Higiene Sanitasi (SHS) dari Dinas Kesehatan.
“Semua SPPG harus memiliki sertifikat SHS. Saat ini ada 39 proses pembangunan dan ditargetkan 100 titik SPPG dapat beroperasi,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Terkait insiden di SMPN 7, Pemkot Jambi belum dapat memastikan adanya keracunan makanan karena hasil pemeriksaan laboratorium belum keluar.
Selain itu, sebagian besar siswa dan guru yang mengonsumsi makanan yang sama tidak mengalami keluhan kesehatan.
“Kami masih menunggu hasil laboratorium untuk memastikan sumber masalahnya. Karena tidak semua yang mengonsumsi makanan tersebut mengalami gejala,” jelas Maulana.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak akan mengambil kesimpulan sebelum hasil resmi dari laboratorium keluar.
Meski demikian, Maulana mengingatkan seluruh SPPG dan penyedia makanan untuk mematuhi standar operasional prosedur (SOP), terutama dalam proses pengolahan, kebersihan, dan sanitasi makanan.
“Belum bisa disimpulkan sebagai keracunan sebelum hasil lab keluar. Namun SOP harus tetap dijalankan secara ketat,” tegasnya.
Sebelumnya, pihak SMP Negeri 7 Kota Jambi menyebut hanya 3 guru yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG. Humas sekolah, Junarso, menjelaskan bahwa ketiga guru tersebut memiliki riwayat kesehatan berbeda yang diduga turut memengaruhi kondisi mereka.
“Sekitar 20 guru dan lebih dari 30 siswa juga ikut makan menu yang sama, tetapi tidak mengalami keluhan,” ujarnya.
Ketiga guru yang sempat mengalami gangguan kesehatan telah mendapatkan perawatan di RSUD Raden Mattaher Jambi. 2 di antaranya sudah diperbolehkan pulang, sementara 1 orang masih dalam perawatan.
Sementara itu, BGN bersama Dinas Kesehatan Kota Jambi telah mengambil sampel makanan dan sampel medis untuk diuji di laboratorium. Pemerintah memastikan hasil resmi akan menjadi dasar penentuan penyebab kejadian tersebut.
































