TEBO – Pemerintah Kabupaten Tebo melalui RSUD Sultan Thaha Saifuddin resmi menetapkan pemenang tender proyek pembangunan dan pengembangan gedung kebidanan untuk layanan ibu dan anak serta THT dan mata tahun anggaran 2026.
Berdasarkan data dari sistem LPSE, paket pekerjaan dengan nama Belanja Modal Bangunan Kesehatan – Pengembangan Gedung Kebidanan memiliki pagu anggaran sebesar Rp25.076.000.000 dengan nilai HPS sebesar Rp25.075.530.370,35.
Tender tersebut dimenangkan oleh PT Bumi Delta Hatten yang beralamat di Kabupaten Sijunjung, Provinsi Jambi, dengan nilai penawaran terkoreksi sebesar Rp24.950.621.851,37 dan nilai hasil negosiasi mencapai Rp24.950.493.355,55.
Persaingan Tender dan Evaluasi
Dari total 18 peserta yang mengikuti lelang, hanya satu perusahaan yang dinyatakan memenuhi seluruh tahapan evaluasi administrasi, teknis, hingga harga, yakni PT Bumi Delta Hatten. Sementara peserta lainnya dinyatakan gugur dalam proses evaluasi.
Metode pengadaan menggunakan sistem tender pascakualifikasi satu file dengan harga terendah sistem gugur, yang berarti peserta harus lulus seluruh tahapan sebelum masuk penilaian harga.
Ruang Lingkup Pekerjaan
Berdasarkan dokumen uraian pekerjaan, proyek ini mencakup pembangunan fasilitas kesehatan secara menyeluruh, meliputi:
Pekerjaan struktur: pondasi, kolom, balok, pelat lantai, dan rangka atap
Pekerjaan arsitektur: dinding, lantai, plafon, pintu, jendela hingga finishing interior dan eksterior
Pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP): instalasi listrik, sistem air bersih dan limbah, HVAC, serta sistem proteksi kebakaran
Selain itu, pekerjaan juga mencakup penyusunan dokumen teknis seperti shop drawing, laporan pelaksanaan, hingga as-built drawing.
Paket Konsultansi Pengawasan
Selain pekerjaan konstruksi, paket jasa konsultansi pengawasan proyek ini juga telah ditenderkan dengan pagu Rp702.128.000 dan dimenangkan oleh CV Trenco Engineering dengan nilai negosiasi sebesar Rp698.006.850.
Catatan dan Analisa
Nilai penawaran pemenang yang sangat dekat dengan HPS (selisih relatif kecil) menjadi perhatian dalam proses pengadaan. Kondisi ini kerap memunculkan pertanyaan publik terkait tingkat efisiensi dan kompetisi dalam tender.
Selain itu, hanya satu peserta yang lolos hingga tahap akhir dapat menjadi indikator:
ketatnya persyaratan teknis, atau potensi rendahnya kompetisi efektif.
Dengan nilai proyek yang cukup besar, transparansi dan pengawasan dalam pelaksanaan pekerjaan menjadi krusial untuk memastikan kualitas bangunan dan mencegah potensi penyimpangan.
Proyek ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Kabupaten Tebo, khususnya bagi pelayanan ibu dan anak. Namun demikian, publik tetap menaruh perhatian terhadap proses dan pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai aturan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.






























