SEKATOJAMBI.COM, KOTA JAMBI – Tiga ruko yang berlokasi di depan Hotel Aston Jambi, Simpang Pulai, Kota Jambi hangus dilahap api.
Kebakaran yang melanda ruko PS Store dan dua ruko lain ini terjadi pada Kamis (7/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Mustari Affandi, mengatakan menerima laporan kebakaran melalui layanan call center 112 sekitar pukul 20.00 WIB. Kemudian pihaknya langsung mengerahkan 13 armada dan 20 personel.
“Kita langsung menurunkan 13 armada karena lokasi sangat dekat dengan tempat kejadian,” katanya.
Kemudian api berhasil dipadamkan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Jambi sekitar pukul 22.00 WIB.
Seusai proses pemadaman, petugas terlihat menggulung selang dan memasukkannya kembali ke armada damkar. Sementara aparat kepolisian memasang garis polisi di sekitar lokasi kebakaran.
Dia menjelaskan, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik yang kemudian membakar bagian bangunan lain.
Api cepat membesar karena material plafon bangunan terbuat dari papan.
“Eskalasi sementara yang kami lihat diduga karena instalasi listrik. Bisa saja terjadi korsleting lalu membakar bagian rumah lainnya, apalagi plafonnya dari papan,” ujarnya.
Berdasarkan keterangan warga, asap pertama kali terlihat keluar dari sela bangunan sebelum api membesar.
Warga kemudian berusaha memberi tahu penghuni ruko agar segera menyelamatkan diri.
Selain fokus memadamkan api, petugas juga melakukan perlindungan terhadap bangunan lain di sekitar lokasi, termasuk sebuah apotek yang berada berdekatan dengan titik kebakaran.
“Kita melakukan proteksi agar api tidak merembet ke apotek karena kita tidak tahu apakah ada bahan kimia di dalamnya,” jelasnya.
Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala, terutama kepulan asap tebal di dalam bangunan.
Petugas bahkan harus menggunakan alat bantu pernapasan saat masuk ke lokasi.
“Asap di dalam sudah sangat banyak, jadi petugas menggunakan SCBA dan masker saat masuk melakukan pemadaman,” terangnya.
Selain itu, kerumunan warga di sekitar lokasi juga sempat menyulitkan proses penanganan kebakaran. Bustari mengimbau masyarakat tidak mendekati area kebakaran demi keselamatan.
“Kami berharap masyarakat jangan terlalu dekat karena kita tidak tahu apakah ada potensi ledakan,” pungkasnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.































