
MUARA TABIR, TEBO — Kondisi bangunan SDN 136 Desa Olak Kemang, Kecamatan Muara Tabir, Kabupaten Tebo, kembali menjadi sorotan. Berdasarkan kondisi yang terlihat pada foto, bagian plafon dan teras bangunan tampak mengalami kerusakan cukup parah, dengan sejumlah bagian atap dan material bangunan yang sudah lapuk serta berlubang.
Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan serius terhadap perhatian pemerintah daerah, khususnya Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo, sekaligus kinerja para wakil rakyat yang berasal dari wilayah Muara Tabir.
Aktivis Jambi Fauzan Hasby menilai persoalan seperti ini seharusnya menjadi perhatian utama dua anggota DPRD Kabupaten Tebo yang terpilih dari daerah pemilihan dan memiliki kedekatan politik dengan masyarakat Muara Tabir.
“Ini bukan persoalan baru. Kalau sekolah tempat anak-anak menuntut ilmu kondisinya seperti ini, lalu ke mana dua wakil rakyat dari Muara Tabir? Jangan hanya kelihatan ketika musim politik dan membutuhkan suara masyarakat,” tegas Fauzan.
Menurut Fauzan, keberadaan anggota DPRD bukan sekadar untuk duduk di kursi parlemen, menghadiri rapat, atau menyampaikan laporan seremonial. Mereka memiliki fungsi representasi, pengawasan dan penganggaran yang seharusnya bisa digunakan untuk memperjuangkan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.
“Kalau sekolah rusak seperti ini saja tidak terdengar suaranya, masyarakat wajar bertanya: sebenarnya mereka mewakili siapa? Jangan sampai masyarakat hanya dianggap penting ketika pencoblosan,” sindirnya.
Dinas Pendidikan Juga Jangan Tutup Mata
Fauzan juga menyindir Dinas Pendidikan Kabupaten Tebo agar tidak menunggu kerusakan semakin parah baru turun tangan.
Menurutnya, sekolah merupakan fasilitas dasar yang menyangkut keselamatan dan masa depan anak-anak. Kondisi atap dan plafon yang rusak harus segera diperiksa secara teknis dan ditindaklanjuti sesuai tingkat kerusakannya.
“Dinas Pendidikan jangan hanya sibuk dengan administrasi dan kegiatan seremonial. Turun ke lapangan, lihat langsung kondisi sekolah di pelosok. Anak-anak Muara Tabir juga punya hak mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak,” ujarnya.
Fauzan menegaskan, kritik tersebut bukan untuk mencari kesalahan semata, tetapi sebagai bentuk tekanan publik agar pemerintah dan DPRD menjalankan fungsi masing-masing.
Ia meminta dua anggota DPRD yang berasal dari Muara Tabir membuka ruang komunikasi dengan masyarakat dan memperlihatkan langkah konkret untuk memperjuangkan perbaikan SDN 136 Olak Kemang.
“Kami tidak meminta mereka membuat keajaiban. Kami hanya meminta mereka bekerja. Datang, lihat kondisi sekolah, kawal usulannya, dorong anggarannya, dan awasi sampai selesai. Kalau itu pun tidak dilakukan, lalu apa yang bisa dibanggakan dari keterwakilan Muara Tabir di DPRD?” kata Fauzan.
Ia pun meminta Pemerintah Kabupaten Tebo melakukan pendataan menyeluruh terhadap sekolah-sekolah yang mengalami kerusakan di wilayah Muara Tabir agar penanganannya tidak berdasarkan kedekatan atau kepentingan politik.
“Jangan sampai gedung sekolah menunggu roboh baru pemerintah bergerak. Yang dipertaruhkan bukan sekadar plafon dan atap, tetapi keselamatan dan masa depan anak-anak,” pungkas Fauzan.























